3 Prinsip Penting Dalam Menjual

prinsip menjual

3 Prinsip Dalam Menjual

Beberapa waktu lalu, saya dihubungi seorang telemarketer yang menjual produk berupa  pinjaman KTA (Kredit Tanpa Agunan).

Setelah terlibat perbincangan yang agak-agak standar, tiba-tiba saya merasa kesal ketika si telemarketer ini menawarkan sesuatu yang menurut saya agak tidak masuk akal dan menyimpang dari peruntukan si produk KTA yang ia tawarkan.

Berikut cuplikan sedikit perbincangan kami :

Saya -> S
Telemarketer -> T

S : …
T : Siapa tahu Bapak butuh pinjamannya Pak. Buat apa aja boleh kok.
S : Maaf, Mas, kebetulan lagi gak butuh.
T : Ya mungkin Bapak bisa ambil KTA-nya untuk Bapak DEPOSIT-kan?
S : Hah?! KTA untuk didepositokan? Gak salah, Mas? Rugi saya dong, kalo saya ambil KTA trus uangnya saya depositokan. Mas, pernah berhitung bunganya?
T : Ya, kali aja Bapak mau begitu Pak. Atau mungkin ambil dulu KTA-nya siapa tau nanti-nanti butuh.
S : Wah, ya jangan sampai butuh dong, Mas. Mudah-mudahan gak pernah butuh.
T : …

Kekesalan saya bukan pada proses ketika saya harus menghadapi telemarketer yang gigih menawarkan produk KTA tadi, tapi lebih kepada kedangkalan pengetahuan dan pemahamannya terkait dengan produk yang ia jual. Dan bisa jadi ketidakjujuran yang ia lakukan hanya demi terjadi closing penjualan.

Dari peristiwa singkat tadi, setidaknya ada 3 prinsip penting yang hendaknya setiap pebisnis dan penjual jalankan ketika menjual suatu produk atau jasa.

Prinsip #1 : Pahami Produk Yang Anda Jual

Guru saya pernah berkata, BERJUALAN adalah aktivitas MEMBANTU orang lain yang DIBAYAR.

Jika Anda menjual sesuatu, niatkan bahwa Anda sedang menawarkan solusi bagi orang-orang yang mungkin membutuhkan bantuan solusi berupa produk atau jasa yang Anda tawarkan.

Kalaupun tidak cocok permasalahan mereka dengan solusi yang Anda tawarkan, ya cari terus orang yang bakal cocok. Setiap produk pasti ada pasarnya. Selalu ada jodohnya.

Namun, jangan juga Anda memelintir kata-kata supaya terlihat manis dan meyakinkan, sehingga membuat seolah-olah produk Anda adalah solusi general dari setiap permasalahan orang-orang yang Anda tawari produk Anda tadi.

Kurangnya pengetahuan dan pemahaman Anda mengenai produk atau jasa yang Anda jual biasanya dipoles dengan naskah copywriting yang berlebihan, biasanya berisi kata-kata manis yang seringkali bombastis dan disertai jargon yang muluk-muluk.

Padahal, jika Anda sangat paham produk yang Anda jual, Anda sangat bisa dengan mudah menempatkan produk Anda sebagai solusi dari permasalahan orang-orang yang termasuk target pasar Anda.

Itulah mengapa, salah satu tips agar bisa menjual dengan laris, adalah dengan BERTANYA. Baca artikel berjudul : Malu Bertanya, Susah Penjualan yang membahas dengan detil bagaimana sebuah pertanyaan bisa meningkatkan nilai penjualan Anda.

Ya, bertanyalah kepada calon pembeli Anda, apa masalah mereka, dan simpulkan bagaimana produk atau jasa yang Anda tawarkan bisa menjadi alternatif solusi bagi calon pembeli Anda tersebut.

Anda tidak akan bisa menjawab apakah produk/jasa yang Anda jual itu bisa menjadi solusi bagi permasalahan target pasar Anda kalau Anda tidak paham produk Anda sendiri, bukan?

Rekomendasi artikel :   Strategi Penerapan Up Selling, Down Selling, dan Cross Selling Untuk Meningkatkan Omset Penjualan

Prinsip #2 : Jujur Dan Apa Adanya Ketika Menjual

Kunci kedua selain memahami produk Anda adalah KEJUJURAN. Jujurlah dengan produk yang Anda jual.

Setiap produk memiliki kelebihan dan kekurangan. Ketika produk tadi diciptakan, si pencipta (yang mungkin adalah Anda sendiri), pastilah sudah memperkirakan bagaimana produk tadi bisa membantu orang-orang yang menjadi target pasarnya dalam menyelesaikan permasalahan mereka.

Namun, tak pantas rasanya jika demi keuntungan penjualan semata, Anda kemudian mengelabui calon pembeli Anda dengan melebih-lebihkan fitur produk Anda dan membuat calon pembeli Anda berharap mampu melakukan hal-hal yang nantinya tidak akan mampu terpenuhi dengan membeli produk tadi.

Apa yang akan terjadi ketika pada akhinya si calon pembeli kemudian membeli produk yang Anda tawarkan, tapi tidak mendapatkan apa yang Anda janjikan?

Ini akan menjadi pengalaman yang buruk bagi si calon pembeli dan akan sangat merusak reputasi Anda sebagai seorang penjual, pebisnis, dan bisnis Anda.

Prinsip #3 : Calon Pembeli Lebih Berharga Ketimbang Keuntungan

Tanpa profit yang berkelanjutan, bisnis Anda memang akan sulit untuk bertahan, apalagi berkembang.

Namun, jika Anda mengagung-agungkan profit semata dan sama sekali tidak menghiraukan perasaan calon pembeli Anda, maka bisnis Anda pun akan stagnan, tak berkembang, dan bisa malah akan ditinggalkan banyak pelanggan Anda.

Secara natural, penjualan terjadi karena kesesuaian produk atau jasa yang Anda tawarkan menjadi bagian dari solusi permasalahan yang dimiliki oleh pembeli Anda.

Secara psikologis, calon pembeli yang sudah Anda “pengaruhi” dengan segala potensi keuntungan yang akan diperoleh jika membeli produk yang Anda jual, tentu akan mengharapkan segala janji manis Anda itu bisa terwujud.

Namun, jika ternyata apa yang Anda janjikan itu tidak dapat diwujudkan, mereka akan menilai diri Anda, produk Anda, dan bahkan bisnis Anda buruk.

Ketika bisnis Anda dinilai buruk, reputasi semacam ini biasanya akan cepat menyebar sebagai berita dari mulut ke mulut (word of mouth). Hal semacam ini dampaknya akan sangat buruk bagi bisnis Anda.

Coba Anda renungkan kembali, sebegitu pentingkah keuntungan dari penjualan yang terjadi karena Anda menjanjikan sesuatu yang tidak bisa Anda tepati, akan tetapi efeknya bisa merusak reputasi bisnis utama Anda?

DEMIKIAN, 3 prinsip utama prinsip yang harus Anda terapkan dalam menjual sesuatu kepada calon pembeli. Intinya, pahami produk Anda, jual dengan jujur dan apa adanya, serta tanamkan dalam benak Anda bahwa calon pembeli Anda jauh lebih penting ketimbang keuntungan sesaat yang sedang Anda kejar dari penjualan.

download ebook videobook gratis

One comment on “3 Prinsip Penting Dalam Menjual

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *