5 Tips dan Pedoman Memecat Karyawan Bermasalah

tips memecat karyawanPunya karyawan yang berkelakuan buruk dan sangat merugikan bisnis Anda tapi Anda bingung untuk memecatnya karena tidak enak hati dicap buruk oleh orang lain? Simak 5 tips dan pedoman memecat karyawan bermasalah di bisnis yang Anda jalankan.

Salah satu konsekuensi ketika memiliki usaha serta memiliki karyawan adalah bahwa ada kemungkinan kejadian yang mengharuskan si pemilik usaha memecat karyawan.

Urusan pecat-memecat tidak hanya terkait urusan perilaku/kinerja si karyawan saja, tapi juga urusan perasaan. Nah, urusan perasaan ini yang paling berat di antara urusan lainnya.

Terkait kinerja dan perilaku si karyawan, selama ada bukti tindakan yang melanggar aturan kerja secara umum, tentu proses pemecatan bisa dilakukan dengan seobjektif mungkin. Tetapi, urusan perasaan? Tentu tidak mungkin pernah bisa dibuat objektif.

Di banyak usaha skala UKM, salah satu kelemahan utamanya adalah soal pembinaan SDM (sumber daya manusia). Dari awal mencari karyawan, melakukan interview, menerima mereka menjadi bagian dari tim kami, melakukan pelatihan, dan lain-lain, masih dilakukan secara personal. Belum ada divisi khusus yang melakukan ini. Masih dilakukan sendiri oleh pemilik usaha.

Ya, karyawan-karyawan ini seolah menjadi “keluarga” kedua yang dimiliki selain keluarga besar pribadi si pemilik usaha.

Namun, ketika salah satu dari pegawai ini kedapatan melakukan tindakan yang merugikan dirinya sendiri dan merugikan usaha yang dijalankan, tentu harus segera ditindaklanjuti. Karena kalau tidak, efek buruknya bisa menggelinding semakin besar seperti bola salju yang bisa menghancurkan bisnis Anda.

Walaupun rasa berat hati seringkali membuat ragu keputusan yang harus diambil, tentu bukan berarti Anda sebagai pemilik bisnis mesti menggagalkan keputusan Anda.

Nah, untuk mengatasi dilema, rasa tidak enak hati, dan lain-lain jika memang keputusan pahit ini harus Anda ambil, saya berikan beberapa tips yang bisa memandu Anda membuat keputusan yang benar dengan cara yang baik dalam memecat karyawan bermasalah.

Tips Pertama, kumpulkan bukti-bukti objektif yang Anda perlukan untuk melakukan evaluasi kinerja karyawan Anda yang menurut Anda bermasalah tadi. Jika menurut Anda bukti-bukti ini sudah bisa membuktikan bahwa karyawan Anda melanggar aturan kerja dan efeknya buruk bagi usaha Anda serta kondisi kerja di bisnis Anda, maka keputusan pemecatan bisa Anda ambil.

Tips Kedua, proses pengumpulan dan evaluasi bukti ini harus Anda lakukan dengan cepat. Setelah evaluasi Anda lakukan seobjektif mungkin, segera ambil keputusan tanpa perlu penundaan terlalu lama.

Jika Anda menunda-nunda keputusan yang Anda ambil, efek buruk dari perilaku karyawan Anda yang bermasalah tadi akan terus membesar seperti bola salju.

Rekomendasi artikel :   24 Pelajaran Bisnis Berharga Dari Jack Welch, Salah Satu CEO Terbaik Dunia, Ini Bisa Membuat Bisnis Anda Semakin Maju (Bagian Pertama)

Tips Ketiga, setelah bukti objektif dan keputusan sudah Anda ambil, segera sampaikan keputusan tadi kepada karyawan Anda tadi. Ungkapkan keputusan Anda berdasarkan pertimbangan yang Anda ambil secara jujur dengan penyampaian yang manusiawi. Sebesar apapun kerugian yang karyawan Anda lakukan kepada bisnis Anda, mereka tetap manusia yang harus Anda perlakukan manusiawi.

Tips Keempat, jika perilaku karyawan yang hendak Anda pecat ini terkait dengan tindakan kriminal yang mengarah pada pencurian, penggelapan uang, dan kerugian material lain, silakan sepakati penyelesaiannya secara kekeluargaan menurut pertimbangan pribadi Anda.

Saya pribadi, biasanya memberikan keleluasaan jika ada karyawan yang “mencuri” uang/materi untuk mengembalikan apa yang mereka curi tersebut dengan rentang waktu sesuai kemampuan mereka. Ya, walaupun ada beberapa orang yang tidak pernah mengembalikan, tapi ada juga kok yang dengan kesadaran, mereka mengembalikan uang/materi yang mereka ambil dengan cara tidak baik sebelumnya.

Tips Kelima, sebisa mungkin, jangan libatkan perasaan Anda dalam memutuskan dan menyampaikan keputusan pemberhentian kerja ini. Hal yang paling berat adalah ketika karyawan ini mulai menangis, mengiba, atau menceritakan kisah sedih yang melatarbelakangi alasan mereka melakukan tindakan yang merugikan bisnis Anda.

Sangat manusiawi jika Anda kemudian menjadi iba dan tersentuh hati kemudian berpikir untuk memaafkan mereka. Ya, silakan maafkan saja kelakuan buruk mereka, tapi teguhkan hati Anda untuk tetap memberhentikan mereka secepatnya. Ingat, tindakan mereka bisa menular dan memberi pengaruh buruk pada kinerja karyawan lainnya.

Berat memang untuk memberhentikan pegawai, apalagi jika karyawan ini Anda sendiri yang merekrut dan mendidiknya selama ini. Oleh sebab itu, jika Anda sudah pernah mengalami kejadian yang mengharuskan Anda melakukan pemecatan, saya yakin Anda akan lebih berhati-hati lagi dalam melakukan rekruitmen atau penerimaan pegawai/karyawan baru.

Tulisan tentang proses dan tips mencari karyawan yang tepat, pernah saya bahas juga di artikel berjudul Tips Mencari Karyawan Yang Tepat. Harapan saya, Anda tidak lagi salah memilih karyawan dan meminimalkan kejadian-kejadian yang mengharuskan Anda memecat karyawan Anda.

Salam sukses selalu untuk Anda! ^^

download ebook videobook gratis

One comment on “5 Tips dan Pedoman Memecat Karyawan Bermasalah
  1. Pingback: Cara Mudah Menyusun KPI (Key Performance Indicator) Untuk Bisnis Kecil - Celoteh Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *