24 Pelajaran Bisnis Berharga Dari Jack Welch, Salah Satu CEO Terbaik Dunia, Ini Bisa Membuat Bisnis Anda Semakin Maju (Bagian Pertama)

jack welch

24 Pelajaran Bisnis Berharga Dari Jack Welch, Salah Satu CEO Terbaik Dunia, Ini Bisa Membuat Bisnis Anda Semakin Maju (Bagian Pertama)

Salah satu pemimpin bisnis terbaik yang pernah ada di dunia adalah Jack Welch. Beliau adalah salah satu CEO dari GE (General Electric), sebuah perusahaan multinasional bidang teknologi yang berpusat di New York, Amerika Serikat.

Jack Welch dikenal dunia sebagai sosok pemimpin yang membawa gaya kepemimpinan yang revolusioner kala ia menjabat sebagai CEO GE.

Ketika ia menjabat sebagai CEO, Amerika sedang menghadapi kondisi perekonomian dengan tantangan persaingan global yang mengintai dan hanya sedikit CEO perusahaan-perusahaan yang menyadari bahaya persaingan ini.

Di sisi lain, model bisnis di Amerika masih menjalani budaya bisnis yang kolot. Manajer bertugas mengatur anak buahnya. Pekerja bertugas mengerjakan apa yang ditugaskan. Dan setiap orang seolah sudah mengetahui dan terpaku pada apa yang menjadi tanggung jawabnya semata.

Selama bertahun-tahun kepemimpinannya, Jack Welch, terus berperang dengan budaya perusahaan GE yang kolot, lambat bergerak, miskin inovasi, dan penuh dengan birokrasi yang bertele-tele.

Banyak tentangan yang ia hadapi dari dalam GE sendiri, tapi keprihatiannya terhadap kondisi GE yang menurutnya sedang tenggelam karena beban berat dari struktur internal perusahaan yang terlalu besar, membuatnya terus bertahan dengan visinya agar GE melakukan perombakan yang revolusioner dari jajaran top manajemen sampe ke bawahnya.

Berikut adalah 12 dari 24 pelajaran bisnis yang bisa Anda ambil dari kepemimpinan Jack Welch selama menjadi CEO di GE.

Pelajaran #1 : Pendapat jack Welch Tentang Memimpin

Jack Welch sangat menekankan bahwa kepemimpinan adalah yang utama, bukan manajemen. Menurutnya, manajemen sering diasosiasikan dengan kecenderungan yang kaku, mengatur, serta mengendalikan orang-orang dengan paksaan.

Ia senang dengan kepemimpinan yang memiliki visi yang besar, yang mampu menginspirasi segenap jajaran perusahaan sehingga merasa antusias dan ingin segera melibatkan diri dalam pencapaian visi tersebut.

Baginya, kepemimpinan adalah mengenai visi atau ide. Ia sangat menghargai ide-ide cemerlang yang selaras dengan tercapainya visi besar perusahaan.

Jack Welch tidak pernah memandang dari mana ide yang bagus berasal. Apakah dari jajaran top manajemen? Atau dari staff dengan posisi biasa. Yang Welch pentingkan adalah bagaimana ide tadi bisa membawa kemajuan bagi perusahaan dan selaras terhadap visi besar perusahaan.

Setidaknya ada 3 hal penting mengenai kepemimpinan yang Welch ajarkan, yakni :

  • Komunikasikan ide atau visi yang Anda miliki dan tularkan antusiasme yang Anda miliki akan visi tersebut kepada rekan-rekan Anda di perusahaan.
  • Jangan mencoba mengelola segala detil pekerjaan. Seorang pemimpin harus bisa melihat gambaran besar dan merangkul orang-orang yang ahli dan terpercaya untuk membantu mengelola segala detil tadi demi tercapainya tujuan besar yang hendak diraih.
  • Libatkan sebanyak mungkin orang dan terbukalah terhadap segala ide yang muncul dari semua pihak.

Pelajaran #2 : Jangan Terlalu Formal

Di awal kepemimpinan Jack Welch di GE, budaya kebanyakan perusahaan di Amerika hampir mirip dengan disiplin di ketentaraan. Sangat sulit mendapati direktur yang berbicara dengan staff biasa, karena jalur komunikasi yang bersifat hirarki.

Seorang pegawai biasa hanya dapat berbicara kepada atasannya. Atasannya kemudian berbicara kepada atasannya lagi, demikian seterusnya.

Sistem perintah yang harus melalui jalur hierarki semacam ini seringkali dilihat sebagai penghambat bagi ide-ide segar yang bisa saja muncul di perusahaan.

Oleh sebab itu, Welch mencoba mendobrak budaya ini dan memperkenalkan budaya perusahaan yang lebih terbuka dan tidak terlalu formal. Tujuannya adalah agar segenap elemen perusahaan bisa lebih saling terbuka dan bisa saling mengomunikasikan ide-ide segarnya tanpa perlu terhambat oleh jalur birokrasi komunikasi yang rumit.

Anda pun bisa menerapkan hal ini ke bisnis Anda, seperti :

  • Libatkan segenap tim bisnis Anda, dari pegawai biasa sampai level manajerial ketika hendak mengkomunikasikan ide. Jangan terkejut jika suatu saat Anda akan mendapatkan ide cemerlang dari masukan seorang pegawai biasa.
  • Hindari rapat-rapat dalam bentuk yang formal. Biasakan membuat pertemuan yang santai sembari saling bertukar ide dan evaluasi kinerja.
  • Sering-seringlah berkumpul bersama dengan tim bisnis Anda semua dalam acara-acara yang lain di luar pekerjaan. Sesekali ajak tim Anda untuk makan malam bersama sesudah kerja. Atau nonton bioskop bersama.

Pelajaran #3 : Hilangkan Birokrasi

Salah satu yang diperangi Jack Welch di GE bertahun-tahun adalah birokrasi di manajemen perusahaan.

Birokrasi ini memperlambat proses pengambilan keputusan, menambah pekerjaan-pekerjaan yang menghabiskan waktu dan energi, serta menghilangkan kemampuan kompetisi perusahaan.

Welch berusaha merampingkan segala sesuatu yang terkait birokrasi yang rumit. Baginya, segala hal dalam perusahaan termasuk proses pengambilan keputusan, haruslah cepat, sederhana, dan tidak rumit.

Hal-hal ini sangat berguna bagi bisnis Anda :

  • Hilangkan pekerjaan-pekerjaan biroktratis yang tidak perlu
  • Buat suasan kerja yang tidak terlalu formal
  • Bekerjalah secara terbuka dengan tim Anda, agar proses pengambilan keputusan tidak terjebak dalam birokrasi yang berbelit-belit.

Pelajaran #4 : Hadapi Kenyataan

Ketimbang membuat asumsi bahwa segalanya baik-baik saja, Anda harus mau melihat kenyataan yang ada dari fakta di lapangan.

Bagi Jack Welch, bisnis itu sama dengan kehidupan. Setiap keputusan yang diambil, haruslah berdasarkan atas pengamatan terhadap realita, bukan didasarkan pada asumsi-asumsi yang dibuat.

Selama kepemimpinannya di GE, ratusan unit usaha ia tutup dan belasan ribu pekerjanya diberhentikan. Hal ini Welch lakukan karena ia melihat bahwa ternyata banyak unit usah di GE tidak berjalan sesuai harapan.

Menjadi pemimpin berarti berani mengambil keputusan yang tidak populer demi tercapainya tujuan yang besar.

Kenyataan seringkali tidak sesuai dengan asumsi yang Anda buat. Anda bisa saja berasumsi bahwa segalanya nanti akan baik-baik saja.

Namun, sebagai pemimpin bisnis, Anda harus mengambil keputusan berdasarkan kenyataan, bukan bertumpu pada emosi dan asumsi semata.

Pelajaran #5 : Sederhanakan

Menurut Jack Welch, bisnis tidaklah harus rumit dan berbelit-belit, tapi haruslah sederhana dan menyenangkan.

Faktor yang membuat segala sesuatu rumit dan berbelit-belit adalah adanya birokrasi dan ketiadaan informasi yang bisa diakses oleh pihak-pihak di perusahaan.

Ketimbang berfokus pada birokrasi perusahaan, Welch mengajak segenap jajaran perusahaan untuk berfokus pada pengembangan produk-produk baru, unit-unit bisnis baru, dan kompetisi dengan perusahaan lain.

Ia ingin mengajak segenap jajaran perusahaan agar berfokus pada kesederhanaan dan aktivitas yang menyenangkan sekaligus berdampak besar pada kemajuan perusahaan ketimbang pada segala hal rumit yang tidak berdampak besar.

Hal yang demikian juga bisa Anda terapkan di bisnis Anda tentunya.

Pelajaran #6 : Melihat Perubahan Sebagai Kesempatan

Salah satu perjuangan yang terus-menerus Jack Welch lakukan di GE selama kepemimpinannya di sana ialah perubahan di segala sektor perusahaan.

Welch mengamati bahwa ternyata orang-orang takut akan perubahan. Apalagi perubahan yang tidak jelas tujuannya dan dibarengi dengan asumsi bahwa tidak perlu ada yang diubah karena perusahaan masih baik-baik saja.

Perbedaan Welch dan pemimpin lain di GE adalah bahwa Welch mau melihat kenyataan yang sesungguhnya terjadi di lapangan memang menuntut perubahan yang radikal dan cepat agar tidak terlindas oleh perubahan yang lebih cepat di luar perusahaan terkait dengan dunia kompetisi bisnis dunia.

Kegigihan Welch dalam melihat perubahan dan menerapkan berbagai perubahan internal ini ia dasarkan pada pemahamannya bahwa perubahan bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, tapi harus dianggap sebagai kesempatan untuk berubah menjadi perusahaan yang semakin kompetitif dan besar.

Perubahan dalam bisnis adalah hal biasa sebagaimana kehidupan manusia pun senantiasa berubah. Hal ini alamiah dan harus dipahami sebagai dinamika bisnis sehari-hari.

Jadikan perubahan atau keharusan untuk berubah ini menjadi bagian dari budaya bisnis Anda. Karena tidak ada yang lebih menyakitkan ketimbang ketika Anda dipaksa berubah oleh kondisi yang tidak Anda sadari telah berubah dengan cepat di luar sana.

Pelajaran #7 : Memimpinlah Dengan Inspirasi dan Keteladanan

GE di awal kepemimpinan Jack Welch, dipenuhi oleh sistem manajemen yang otokrasi. Para manajernya memiliki pemahaman bahwa mereka haruslah senantiasa mengontrol dan memberi komando apa-apa yang harus dilakukan bawahannya.

Rekomendasi artikel :   5 Tips dan Pedoman Memecat Karyawan Bermasalah

Hal ini persis seperti yang digambarkan oleh Teori X dari McGregor di artikel berjudul Penerapan Teori X dan Teori Y Pada Manajemen Sumber Daya Manusia UKM ini.

Di sisi lain, Welch memiliki visi bahwa seorang pemimpin haruslah mampu menularkan visi dan antusiasme kepada bawahannya melalui teladan dan inspirasi, bukan melalui intimidasi.

Ia membuat sistem manajerial yang lebih terbuka dan tanpa batasan sekat yang mengharuskan para manajer untuk bertindak lebih menekankan pada manajemen yang partisipatif.

Setiap orang di perusahaan haruslah menjelma menjadi sosok pemimpin yang mampu menginspirasi bawahannya untuk bekerja sesuai dengan visi yang ia tularkan.

Nah, bagi bisnis Anda, pimpinlah dengan memberi inspirasi, bukan intimidasi.

Biarkan anggota tim Anda mengetahui usaha-usaha yang mereka lakukan selama ini sangat berdampak besar bagi kemajuan perusahaan.

Dan, berilah ucapan selamat dan terima kasih yang layak bagi setiap pencapaian kerja yang mereka upayakan.

Pelajaran #8 : Menentang Tradisi

JaCK Welch mewarisi sebuah perusahaan yang didirikan oleh Thomas A. Edison satu abad sebelumnya. Perusahaan ini besar dengan segala tradisi yang berlangsung puluhan bahkan ratusan tahun.

Namun, bagi Welch, tradisi itu ia lihat tidak cocok dengan dinamika kondisi bisnis saat itu. Kecepatan perubahan dan tingkat kompetisi yang semakin tinggi, mengharuskan Welch merombak dan melawan segala tradisi di internal perusahaan untuk menciptakan sebuah perusahaan paling kompetitif di dunia.

“Kendalikan nasibmu sendiri atau orang lain yang akan mengendalikanmu!”, demikian ujaran Jack Welch yang menggambarkan bagaimana ia berusaha keras membuat GE berubah agar semakin gesit dalam kancah persaingan global yang serba cepat.

Welch harus melawan banyak tradisi yang tidak lagi relevan di GE. Ia menjual banyak unit usaha dan memecat puluhan ribu orang terkait hal tersebut.

Ia menciptakan sistem manajerial kepemimpinan yang terbuka dan partisipatif, di mana seorang manajer harus mau mendengarkan ide dan masukan bawahannya, yang belum pernah ada sebelumnya di budaya GE.

Tujuannya hanya satu, yakni membuat GE menjadi perusahaan paling kompetitif di dunia.

Jika bisnis Anda selama ini tersangkut pada banyak tradisi yang menghambat laju pertumbuhan bisnis, ada baiknya Anda mengevaluasi tradisi-tradisi tersebut dan menghilangkannya.

Pelajaran #9 : Biarkan Intelektualitas Berkuasa

Jack Welch merasa bahwa kekuatan yang hanya dimiliki para manajer untuk memutuskan dan mengusulkan ide-ide perubahan sangat tidak layak untuk dipertahankan. Welch merasa, seharusnya setiap orang di perusahaan diberi kesempatan yang sama dalam menyampaikan ide-ide mereka demi kemajuan perusahaan.

Oleh sebab itulah, Welch mengubah budaya perusahaan yang selama ini sangat otokratis menjadi partisipatif. Ia mengajak semua kalangan untuk terlibat dalam menyampaikan ide-ide besar yang mereka miliki.

Setiap orang diberi akses informasi terhadap hal-hal penting di perusahaan dengan harapan agar setiap orang di GE bisa memberikan sumbangan ide untuk membantu membuat segala permasalahan menjadi lebih baik.

Dalam hal ini, Welch mengubah GE dari sebuah perusahaan yang statis, menjadi perusahaan yang dinamis, perusahaan yang terus belajar (learning company) dengan melibatkan setiap elemen di dalamnya.

Bahkan, Welch pun membuat grup pembelajaran yang berisikan para manajer senior di GE untuk dimentori dan diajari oleh para pegawai muda mengenai dunia internet kala itu.

Nah, bagi Anda yang sedang berbisnis, Anda bisa juga menjadikan bisnis Anda memiliki budaya pembelajar seperti yang Welch terapkan, dengan cara :

  • Sisihkan waktu 1 atau 2 jam per minggu untuk mempelajari apa yang kompetitor Anda lakukan.
  • Berikan penghargaan khusus bagi anggota tim bisnis yang mampu memberikan ide yang terbaik bagi pengembangan bisnis Anda.
  • Adakan sesi pelatihan dan pembelajaran yang rutin dengan komitmen tinggi untuk membekali anggota tim bisnis Anda agar semakin meningkat kapasitasnya.

Pelajaran #10 : Bergerak Lebih Cepat

Welch selalu berkata, “Pounce every day!“, yang artinya bergeraklah dengan lebih cepat setiap harinya.

Raih setiap peluang yang sudah tampak agar jangan sampai direbut oleh kompetitor Anda. Dan berikan pelanggan Anda kepuasan yang lebih setiap harinya.

Kecepatan bisnis Anda hanya bisa ditingkatkan jika segala hal yang mempersulit pengambilan keputusan sudah Anda singkirkan. Birokrasi yang berbelit haruslah Anda hilangkan.

Kebebasan mengeluarkan ide-ide segar tidaklah perlu menunggu rapat mingguan atau bulanan. Kapanpun anggota tim Anda memiliki ide yang dahysat, mereka dapat menyampaikannya langsung.

Agar bisnis Anda bisa semakin cepat bergerak, setidaknya Anda dan tim haruslah senantiasa memiliki rasa urgensi dalam bertindak, membuat keputusan dengan cepat, dan merealisasikannya lewat kerja keras.

Pelajaran #11 : Utamakan Nilai Luhur Ketimbang Angka

Alih-alih berfokus pada pencapaian angka dalam bisnis, Welch lebih memilih mengutamakan para jajaran manajemen dan staff untuk lebih mengutamakan pencapaian budaya kerja yang mengacu pada nilai-nilai luhur yang menjadi roh perusahaan.

Bukan berarti Welch tidak mementingkan pencapaian target angka dalam GE. Akan tetapi, menurutnya, angka-angka ini akan tercapai dengan sendirinya jika budaya perusahaan didasari oleh nilai-nilai yang tepat.

Nilai-nilai luhur ini bisa bukan semata-mata nilai yang diwariskan sejak awal GE berdiri saja, tapi juga nilai-nilai baru yang juga relevan dengan kondisi saat itu, seperti nilai keterbukaan dalam menyampaikan pendapat, keterbukaan terhadap persaingan global, terbuka terhadap hal-hal yang terjadi di luar GE, dan lain sebagainya.

Menurut Welch, jika hanya terpaku pada patokan angka, maka budaya kerja yang terjadi adalah budaya kerja yang autokratis atau otoriter, yang akan didominasi oleh kontrol dan intimidasi demi pencapaian angka tadi.

Namun, jika fokusnya adalah kepada nilai-nilai luhur, maka pencapaian angka adalah konsekuensi logis yang pasti akan terjadi seiring seluruh jajaran perusahaan bekerja bersama meraih visi dan tujuan perusahaan.

Pelajaran #12 : Hindari Mengatur Secara Detil

Welch membuat aturan agar para manajer tidak terlalu terlibat dalam pengaturan yang terlalu detil (micro manager).

Alih-alih demikian, Welch menyarankan agar para manager ini harus mampu menggerakan timnya untuk mampu mengambil tanggung jawab atas pekerjaan mereka masing-masing dan mampu berpikir serta membuat keputusan yang terbaik dalam menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Welch ingin membuat GE berubah menjadi sebuah perusahaan berbasis intelektualitas yang semua jajarannya harus mampu menjadi bagian mandiri yang sama-sama berpikir, membuat keputusan, dan bertanggung jawab atas kemajuan GE. Hanya dengan cara inilah, GE akan mampu memenangi persaingan di era kompetisi yang luar biasa ketat.

Oleh sebab itu, Welch menekankan pentingnya penyelenggaraan pelatihan dan pengembangan diri bagi para karyawan GE. Tujuannya adalah agar lewat pelatihan dan pengembangan diri ini para karyawan memiliki kapasitas kerja dan kapasitas pemikiran yang lebih baik lagi.

Dengan demikian, harapannya, GE akan memiliki karyawan-karyawan yang semakin bertanggung jawab dan mampu memberikan hasil pekerjaan yang lebih baik.

DEMIKIAN, bagian pertama yang berisi 12 dari total 24 pelajaran bisnis yang bisa Anda pelajari dari sosok Jack Welch, yang legendaris. Semoga bisa membantu bisnis Anda bertumbuh.

Tunggu lanjutannya ya! ^^

download ebook videobook gratis

2 comments on “24 Pelajaran Bisnis Berharga Dari Jack Welch, Salah Satu CEO Terbaik Dunia, Ini Bisa Membuat Bisnis Anda Semakin Maju (Bagian Pertama)
  1. Pingback: 24 Pelajaran Bisnis Berharga Dari Salah Satu CEO Terbaik Dunia Ini Bisa Membuat Bisnis Anda Semakin Maju (Bagian Kedua) - Celoteh Bisnis

  2. Pingback: Tips Membuat Strategi Bisnis dan Model Bisnis Bagi Bisnis Startup Di Tengah Dunia Bisnis Yang Berubah Serba Cepat - Celoteh Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *