15 Teknik Social Proof Yang Bisa Anda Gunakan Untuk Meningkatkan Omset Penjualan

15-teknik-social-proof

15 Teknik Social Proof Yang Bisa Anda Gunakan Untuk Meningkatkan Omset Penjualan

Ada banyak cara untuk meningkatkan penjualan bisnis Anda. Di artikel berjudul Kenali 10 Trik Psikologi Ini Supaya Jualan Laris, salah satu trik yang dibahas adalah menggunakan Social Proof untuk mendongkrak omset penjualan Anda.

Nah, artikel kali ini khusus membahas lebih detil mengenai apa itu Social Proof beserta contoh-contoh strategi meningkatkan penjualan menggunakan social proof ini.

Apa Itu Social Proof?

Social proof adalah suatu kondisi sosial yang terjadi jika seseorang mengambil keputusan untuk melakukan sesuatu karena orang tersebut telah mengetahui terlebih dahulu bahwa banyak orang lain yang telah mengambil keputusan yang serupa.

Ketika seseorang melakukan sesuatu karena terpengaruh oleh keberadaan social proof, orang ini melakukan sesuatu karena ia telah melihat atau mendengar bahwa orang-orang lain telah melakukan hal serupa terlebih dahulu.

Ingat, pada dasarnya, setiap manusia menginginkan hal yang sudah pasti hasil akhirnya. Konsumen Anda mengharapkan agar dirinya tidak tertipu oleh jualan Anda, berharap harga yang murah, kualitas produk yang baik, dan lain sebagainya. Di sinilah trik social proof ini bermanfaat untuk meyakinkan calon pembeli Anda bahwa mereka akan mendapatkan apa yang sudah Anda janjikan kepada mereka.

Bagaimana Social Proof Bekerja?

Pada dasarnya semua orang senang dengan kepastian. Social proof menawarkan kepastian ini secara psikologis kepada calon pembeli Anda.

Melalui social proof, Anda seolah menunjukkan bahwa kalau banyak orang sudah membeli dan menggunakan produk yang Anda jual, maka calon pembeli Anda lainnya pun tidak perlu takut dan ragu lagi untuk membeli produk Anda.

Social proof berperan sebagai sarana yang berfungsi untuk meningkatkan konversi penjualan.

Dalam tahapan marketing, setelah Anda mengenalkan produk jualan Anda kepada para calon pembeli, tahap selanjutnya adalah Anda harus meyakinkan mereka agar mereka pada akhirnya memilih membeli produk Anda ketimbang produk pesaing Anda.

Proses seorang calon pembeli menjadi seorang pembeli produk jualan Anda inilah yang dinamakan proses konversi penjualan.

Di tahap inilah social proof digunakan banyak orang marketing untuk membuat calon-calon pembeli yang semula hanya sekadar tertarik untuk kemudian diyakinkan untuk jadi membeli produk yang ditawarkan.

Teknik jualan menggunakan social proof ini bisa Anda terapkan dalam promosi penjualan di bisnis offline ataupun bisnis online yang Anda miliki.

15 Teknik Social Proof

Orang-orang cenderung membeli bukan semata-mata karena kualitas atau harga produknya saja, tapi lebih banyak karena rekomendasi dari teman, kerabat, saudara, atau tokoh yang diidolakannya.

Rekomendasi ini sifatnya bisa langsung ataupun tidak langsung.

Rekomendasi langsung misalnya jika ada sahabat Anda yang merekomendasikan suatu produk bagus kepada Anda.

Sedangkan, rekomendasi tidak langsung biasanya bentuk rekomendasi yang muncul karena suatu produk atau perusahaan mendapatkan penghargaan tertentu dari instansi tertentu. Contohnya adalah penghargaan dari pemerintah, penghargaan internasional, dan lainnya.

Dengan memanfaatkan rekomendasi (baik itu langsung ataupun tidak langsung), Anda dapat meningkatkan nilai konversi penjualan bisnis Anda.

Setidaknya ada 15 jenis social proof yang bisa Anda gunakan untuk meningkatkan omset penjualan bisnis Anda.

#1 : Testimoni Konsumen

Testimoni konsumen adalah jenis social proof yang paling sering digunakan sebagai sarana meyakinkan calon pembeli oleh banyak pebisnis.

Testimoni terbaik seringkali adalah testimoni yang diberikan secara sukarela oleh pelanggan Anda.

Namun, bukan berarti Anda tidak boleh meminta testimoni kepada pelanggan Anda jika memang belum ada yang pernah memberikan testimoninya kepada Anda.

Testimoni ini bisa Anda capture dari akun sosial media bisnis Anda, komen di facebook, twitter, youtube, instagram, dan lain-lain.

#2 : Endorsement Selebritis atau Tokoh Terkenal

Endorsement yang dilakukan para selebritis atau tokoh terkenal sudah terbukti bisa sangat mempengaruhi para fans selebriti atau tokoh tersebut untuk ikut-ikutan membeli produk yang di-endorse tersebut.

Saat ini, sudah banyak artis selebritis yang menawarkan jasa endorse produk. Hal ini bisa Anda manfaatkan jika Anda memiliki sedikit dana lebih untuk marketing produk Anda.

Di media sosial instagram, selebritis ini dikenal dengan nama selebgram.

#3 : Studi Kasus

Tidak sedikit, untuk beberapa jenis produk tertentu, studi kasus dijadikan sarana social proof yang digunakan untuk meyakinkan calon pembeli.

Orang-orang yang memang tertarik membeli produk ini akan sangat terbantu dengan adanya studi kasus ini untuk memastikan apakah produk tersebut benar-benar bisa menyelesaikan masalah mereka atau tidak.

#4 : Liputan Media

Jika bisnis Anda pernah diliput media, baik itu media cetak ataupun media elektronik, sebaiknya Anda menyimpan hasil liputan tersebut untuk dapat Anda gunakan sebagai bagian dari promosi Anda.

Jika liputan tersebut berasal dari media online, maka Anda bisa menyertakan link (tautan) liputannya dalam website atau media promosi online Anda.

#5 : Sertifikasi dan Bagde

Sertifikasi yang dilakukan oleh institusi terpercaya yang ditunjuk pemerintah atau memang sudah diakui masyarakat bisa sangat mendongkrak kepercayaan masyarakat terhadap produk atau bisnis yang diberi sertifikat tersebut.

Contohnya adalah sertifikasi halal dan sertifikasi SNI di Indonesia.

Dalam bisnis online, dikenal badge (lencana) yang biasanya menunjukkan bahwa sebuah bisnis sudah terpercaya.

#6 : Identitas Pelanggan Anda

Saat ini banyak bisnis yang menampilkan klien-klien mereka untuk ditampilkan di website mereka sebagai bukti bahwa mereka telah melayani klien-klien besar yang memang telah dikenal oleh masyarakat.

Jika Anda memiliki pelanggan perusahaan, badan, institusi, atau yayasan yang memiliki logo, Anda bisa memasang logo mereka sebagai bagian dari daftar klien yang menjadi pelanggan Anda di website atau media promosi Anda.

Rekomendasi artikel :   Strategi Penerapan Up Selling, Down Selling, dan Cross Selling Untuk Meningkatkan Omset Penjualan

#7 : Angka Social Share

Angka social share ini sering digunakan oleh beberapa pebisnis untuk menunjukkan bahwa bisnis atau produk mereka sudah banyak dikenal dan menjadi viral di tengah masyarakat.

Dengan membagikan jumlah angka social share ini, diharapkan agar calon pembeli menjadi lebih yakin karena sudah banyak orang yang mengenal dan memberi komentar atau membagikan postingan mengenai produk atau bisnis tersebut melalui media sosial yang mereka miliki.

#8 : Jumlah Konsumen

Sudah berapa pelanggan yang menggunakan produk yang Anda jual?

Jika Anda memiliki jumlah data pembelian dan jumlah data pelanggan, Anda bisa menuliskan jumlah pelanggan tersebut sebagai bagian dari promosi penjualan produk Anda tersebut.

Anda bisa juga mengumumkan angka tertentu sebagai pencapaian jumlah pelanggan Anda, misalnya di angka 1000, 10.000, atau satu juta pengguna, contohnya :

“Sudah digunakan oleh 5.000 lebih pelaku UKM se-Indonesia.”

Angka yang spesifik akan lebih menarik minat calon pembeli ketimbang kata-kata yang kurang spesifik seperti : banyak, ribuan, dan lain-lain.

#9 : Rating & Review

Rating dan review ini umumnya digunakan dalam penilaian sebuah toko online ataupun di marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak, atau yang lain.

Rating biasanya dituliskan dalam bentuk angka yang mencerminkan kualitas produk dan pelayanan toko online tersebut.

Review atau ulasan produk biasanya berupa komentar dan pendapat pribadi para pembeli yang pernah membeli produk tersebut.

Jika memang produk yang Anda jual berkualitas dan pelayanan yang Anda berikan juga baik, biasanya orang-orang yang sudah membeli produk tersebut dari toko Anda akan memberikan rating dan review yang bagus.

Nah, Anda bisa jadikan rating dan review ini sebagai bagian dari kampanye atau promosi penjualan produk Anda.

#10 : Score atau Penilaian

Jika rating adalah penilaian yang diberikan oleh pembeli secara langsung, maka berbeda dengan score yang adalah bentuk penilaian yang datangnya dari perusahaan atau instansi tertentu.

Beberapa perusahaan atau instansi memiliki sistem penilaian tersendiri untuk produk atau layanan yang diulas.

Misalnya, Tripadvisor memberikan penilaian kepada situs budaya, tempat wisata, atau tempat makan tertentu yang layak dikunjungi. Tabloid Pulsa sering juga memberikan score untuk jenis-jenis smartphone yang baru.

Jika ada perusahaan yang memberikan Score yang baik kepada produk atau bisnis Anda, silakan Anda jadikan score tersebut sebagai bagian dari promosi Anda.

#11 : Best Seller

Tulisan atau pemberian predikat Best Seller kepada salah satu produk jualan Anda akan meningkatkan jumlah konversi produk tersebut dibandingkan produk lainnya.

Jika produk yang Anda jual banyak jenisnya, maka ada baiknya Anda menyematkan status best seller ini ke salah satu produk unggulan. Tujuannya adalah untuk memudahkan calon pembeli memilih produk yang cocok bagi mereka.

#12 : Jumlah Pesanan

Selain jumlah pembeli, Anda bisa menggunakan total jumlah pesanan yang sudah Anda layani selama periode waktu tertentu sebagai daya tarik bagi calon pembeli.

Contohnya : “Sudah terjual lebih dari 10 juta unit di 5 kota besar di Indonesia sejak Januari 2018!”

#13 : Penghargaan dari Instansi

Jika bisnis Anda pernah mendapat penghargaan dari Pemerintah lewat Kementrian Perindustrian atau Kementrian UKM karena berprestasi, penghargaan ini bisa Anda tunjukkan kepada para calon pelanggan Anda agar lebih meyakinkan mereka.

Selain pemerintah, instansi swasta juga kerap memberikan penghargaan semacam ini. Misalnya Bank Mandiri lewat Wirausaha Muda Mandiri.

Banyak kompetisi bisnis yang kerap memberikan penghargaan bagi bisnis-bisnis yang memenuhi kriteria berprestasi. Anda bisa jadikan hal ini sebagai sarana untuk meningkatkan kepercayaan calon pelanggan Anda.

#14 : Daftar Produk Populer

Sama halnya dengan menyematkan status best seller ke produk, membuat daftar produk-produk yang memang sering dibeli dan cukup populer di mata pelanggan Anda adalah salah satu cara untuk membantu calon pembeli yang bingung dalam menentukan pilihan.

Daftar produk populer ini bisa Anda cantumkan sebagai bagian dari promosi penjualan Anda.

#15 : Kisah Sukses Konsumen

Sesekali jika Anda memiliki pelanggan yang memang terbantu oleh kehadiran produk yang Anda jual, Anda bisa meminta mereka menceritakan kisah sukses hidup mereka terkait dengan penggunaan produk Anda.

Dengan menampilkan kisah sukses ini dalam bentuk cerita, Anda mencoba menyentuh sisi emosional para calon pembeli Anda. Bagaimana produk Anda dapat mengubah hidup para pelanggan Anda serta bagaimana kehidupan mereka menjadi lebih baik setelah menggunakan produk Anda.

DEMIKIAN, 15 jenis teknik social proof yang bisa Anda gunakan untuk meningkatkan omset penjualan bisnis Anda.

Praktikkan salah satu atau kombinasikan beberapa teknik social proof tersebut agar terjadi kenaikan omset yang signifikan bagi bisnis Anda.

Uji satu persatu, mana teknik yang paling menghasilkan tingkat konversi tinggi bagi bisnis Anda.

Ingat, jangan memaksakan menggunakan salah satu teknik social proof jika memang nilainya rendah. Misalnya, rating dan review salah satu produk jualan Anda ternyata kurang bagus. Jangan memaksakan diri dan menggunakannya sebagai bagian dari promosi jualan Anda.

Selamat mencoba!

download ebook videobook gratis

3 comments on “15 Teknik Social Proof Yang Bisa Anda Gunakan Untuk Meningkatkan Omset Penjualan
  1. Pingback: Strategi Penerapan Up Selling, Down Selling, dan Cross Selling Untuk Meningkatkan Omset Penjualan - Celoteh Bisnis

  2. Pingback: Copywriter, Profesi Kekinian Yang Sedang Digandrungi Anak Muda - Berkarir.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *