Memulai Bisnis : Jualan Dulu atau Produksi Dulu?

house-money

 

“A journey of a thousand miles must begin with a single step.” – Lao-Tsu

 

Tidak sedikit orang ketika sudah membulatkan niat untuk memulai bisnis menjadi bingung untuk memulai dari mana. Mau mulai jualan produk, tapi tidak punya produk yang siap dijual. Apa harus produksi dulu baru bisa memulai usaha?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut kerap muncul di benak pemula yang hendak memulai suatu bisnis ketika melihat suatu peluang usaha. Nah, di artikel ini, saya hendak membagi sedikit pengalaman dan sedikit saran buat Anda yang sedang bingung mau memulai bisnis dari mana.

Yuk, simak pengalaman saya beberapa tahun lalu! ūüôā

“Sedikit kilas balik…

Tahun 2007, saya dan seorang rekan memulai usaha agrobisnis yakni timun. Saat itu, kami bekerjasama dgn petani lokal di daerah Bojongsoang yang sudah berpengalaman bercocok tanam.

Mulai deh, susun rencana anggaran untuk modal sewa lahan tani, beli bibit, operasional harian, pupuk, dan lain lain. Bahkan kami sempat membeli buku tentang bercocok tanam mentimun. Fokus kami lebih ke bagaimana agar hasil produksi bisa sebanyak mungkin.

Kami tergiur dengan iming-iming keuntungan per kg penjualan yang bisa 100% modal yang dikeluarkan.

Saatnya panen.. Jeng jeennngg!!!!

“Eh, mau dijual ke mana ya hasil panen ini?” tanya saya. Kami berdua terdiam, bingung, dan mulai cemas karena timun hasil panen tidak boleh disimpan terlalu lama agar tidak membusuk.

Kami lupa, kami tidak mempersiapkan ke mana kami akan menjual mentimun tadi jika saatnya panen tiba. Alhasil, kami terpaksa menjualnya ke Bandar Timun kenalan petani yang kerjasama dengan kami.

Dan benar saja, karena bandar ini jadi pembeli tunggal, harga dia mainkan. Terlebih lagi, kala itu, pasar induk sedang dibanjiri mentimun dari daerah lain. Harga drop gila-gilaan! Bahkan di hari terakhir panen, timun kami dihargai Rp 400/kg.. Buseett!!!

Hitung punya hitung.. Uang yang kembali hanya 30% dari yang sudah kami keluarkan. Rugi uang besar, tapi untung mendapat banyak pengalaman.

Dalam kasus ini yang untung ya si Bandar Timun, karena dia yang pegang jalur pemasarannya meskipun dia tidak memproduksi timun sendiri.”

 

Rekomendasi artikel :   Berdiri di Atas Bahu Para Raksasa

Pembelajaran yang saya ambil dari pengalaman ini adalah bahwa DI AWAL USAHA sebaiknya FOKUS lebih banyak untuk MENCARI PEMBELI dan JALUR PEMASARAN/DISTRIBUSI dari produk/jasa yang hendak kita jual.

Pemahamannya sederhana, produk bisa kita ambil ke pemasok/grosir/pabrik, tapi untuk mendapatkan pembeli, ini yang gampang-gampang susah.

Misal nih, Anda punya peluang bisnis rumahan hendak berjualan baju, gak perlulah Anda bikin baju sendiri toh? Cukup, jalan-jalan ke toko grosiran baju di kota Anda atau browsing di internet mencari grosiran baju dengan harga murah dan kualitas yang sesuai kriteria Anda. Kemudian, Anda tinggal mencoba menjualkannya ke teman-teman, kelompok arisan, atau buka Garage Sale di rumah Anda. Anda bahkan bisa menjadikannya sebagai peluang bisnis online rumahan Anda. Mudah kan?

Eittt, ngomong doang emang mudah, coba deh jalankan! Nanti Anda akan merasakan bahwa mencari pembeli baru, membuat pembeli lama Anda untuk datang dan membeli lagi produk Anda, dan memperluas jaringan penjualan baju Anda ternyata tidak semudah yang dibicarakan. Ini semua butuh “ilmu” tambahan agar usaha jualan Anda bisa berevolusi menjadi BISNIS yang besar.

Nah, bagaimana cara MENEMUKAN MARKET POTENSIAL dan JALUR DISTRIBUSI yang cocok untuk produk Anda? Tetap ikuti artikel-artikel terbaru Blog ini jika ingin tahu jawabannya.

 

download ebook videobook gratis

2 comments on “Memulai Bisnis : Jualan Dulu atau Produksi Dulu?
  1. Pingback: Uang THR Dipakai Untuk Apa? - Celoteh Bisnis

  2. Pingback: 5 Ciri Bisnis Yang Sekarat - Celoteh Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *