Di Era Konseptual, Kualitas Bukan Lagi Yang Utama

era-konseptual-bisnis
Di era konseptual, kualitas bukan lagi yang utama. Saat ini saya dan Anda sedang hidup di jaman di mana konsep jauh lebih utama ketimbang kualitas produk/jasa yang ditawarkan. Sebelum membahas lebih jauh mengenai era ini, ada baiknya Anda mengenal beberapa era yang memberikan perubahan besar dalam sejarah peradaban manusia.

Peradaban manusia telah mengalami perkembangan sejak berabad-abad lalu. Dari mulai era agraria, era industri, era informasi, dan dilanjutkan dengan era konseptual. Setiap era memiliki ciri khas dan aspek-aspek penentu yang penting di dalamnya.


Era agraria ditandai dengan perkembangan pesat lahan-lahan pertanian yang mendukung kebutuhan masyarakat jaman itu. Di berbagai belahan bumi, dikembangkan banyak lahan pertanian dan perkebunan dengan aneka komoditas tanaman yang bernilai tinggi kala itu. Di era ini, para penguasa ekonomi adalah para tuan tanah dan saudagar-saudagar komoditas pertanian dan perkebunan.

Era industri dimulai sejak ditemukannya mesin uap. Dasar penemuan ini menjadi tonggak ilmu teknik bagi penemuan-penemuan mesin-mesin industri lainnya. Di era ini, mulai tumbuh berbagai industri yang mengolah hasil-hasil bumi untuk mencukupi banyak kebutuhan manusia yang semakin beragam dari mulai perumahan, pakaian, transportasi (motor dan mobil), bahkan sampai pesawat terbang. Aspek penting di jaman industri adalah sumber daya manusia yang mampu menjalankan mesin-mesin industri tadi.

Era informasi mengakhiri dominasi era industri dengan ditemukannya komputer sebagai sarana pengolahan data menjadi informasi yang berguna bagi kehidupan manusia. Diawali dengan penemuan transistor dan teknologi IC (integrated circuit), komputer mulai mendominasi dalam membantu manusia menyelesaikan banyak permasalahan kehidupan. Ditambah dengan kelahiran teknologi internet yang semakin mengakselerasi kecepatan informasi bergerak, menjadikan para pengolah informasi menjadi “tuan” di jaman ini. Sebut saja contohnya : Google, Yahoo, Facebook, dan lain-lain.

Di tengah membanjirnya informasi, tidak semua relevan dengan kebutuhan setiap individu. Menyajikan informasi yang relevan dengan kebutuhan tentu menjadi tantangan dan peluang tersendiri bagi para pelaku bisnis. Namun, yang lebih utama di masa sekarang ini adalah bagaimana para pelaku usaha mampu mengenali kebutuhan-kebutuhan target pasarnya dan menyajikannya dalam kemasan konsep yang mengena di hati para calon pembelinya.

Di era ini, para pelaku usaha tidak lagi semata-mata membanjiri pelanggan dengan informasi mengenai produk atau jasa yang mereka tawarkan semata, tapi mengemas produk/jasa tadi dalam sebuah konsep yang mampu memikat hati dan tentunya memenuhi kebutuhan para pelanggannya.

Rekomendasi artikel :   Marketing Mix : Dulu dan Sekarang

Era inilah yang disebut dengan era konseptual. Di era konseptual ini, bahkan produk/jasa yang semula tidak merasa diperlukan, bisa dijadikan sebuah kebutuhan bagi para pelanggannya lewat edukasi yang tepat.

Ciri utama era konseptual adalah penawaran sebuah produk/jasa dalam kemasasan konsep yang melibatkan para pelanggan sebagai bagian dari produk/jasa tersebut dengan dukungan teknologi infomasi yang relevan.

Ambil contoh konsep layanan ojek online yang ditawarkan beberapa perusahaan start-up teknologi seperi GoJek, Uber, dan Grab. Mereka mengemas layanan antar-jemput barang atau manusia dengan konsep yang mudah digunakan, layanan 24 jam non stop, harga yang transparan, dan melibatkan para pelaku dan pengguna berinteraksi dalam sebuah aplikasi yang ramah pengguna.

Konsep semacam ini sangat cepat menyebar di kalangan masyarakat kita karena proses edukasi konsep yang ditawarkan mampu meyakinkan orang-orang bahwa mereka membutuhkan layanan ojek online ini. Selain itu, transparansi harga dan kepraktisan penggunaannya juga turut membantu penerimaan layanan ini di masyarakat.

Di era konseptual ini, kualitas tidak lagi menjadi perhatian utama. Tapi, konsep dalam penawaran produk/jasalah yang menjadi penting. Kualitas bisa menyusul, yang penting konsep yang ditawarkan bisa menjadi relevan dalam kehidupan target pasar yang dituju.

Kemasan konsep yang ditawarkan haruslah relevan. Dan ini butuh riset pasar terlebih dahulu. Cara penyampaian konsep juga menjadi perhatian utama. Serta tak lupa, keterlibatan target pasar dalam konsep yang ditawarkan.

Guru bisnis saya pernah mengatakan bahwa brand (produk/jasa) yang bagus mampu membuat para penggunanya menjadi bagian tak terpisahkan dari brand tersebut.

Jadi, konsep seperti apa yang hendak ada kemas bagi produk/jasa yang Anda tawarkan pada target pasar Anda? ^^

download ebook videobook gratis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *