Asumsi Membunuh

asumsi membunuh

Asumsi membunuh.. ya asumsi yang Anda buat bisa membunuh apa yang sedang Anda kerjakan. Apalagi asumsi yang orang lain katakan tentang bisnis Anda.

Dalam bisnis, segala hal yang kita putuskan haruslah berdasarkan data. Data ini bisa berupa fakta yang Anda temui di lapangan, kritik dan saran dari pelanggan-pelanggan Anda, atau data-data dari pembukuan keuangan bisnis Anda.

Tanpa mengandalkan data, segala keputusan yang Anda ambil hanya akan seperti menebak-nebak. Seperti sedang berjudi. Anda bisa menang, bisa juga kalah terkapar dalam permainan Anda sendiri.

Selama ini Anda mungkin mengandalkan intuisi dalam memulai dan menjalankan bisnis Anda. Tapi, tidak bisa selamanya Anda seperti ini. Guru saya pernah berkata : “Untuk memulai bisnis, dibutuhkan keberanian. Sedangkan untuk membesarkannya, dibutuhkan keilmuan”.

Ya, benar, keilmuan adalah (salah satu) syarat agar Anda bisa mengelola dan mengembangkan bisnis Anda menjadi besar. Tanpa keilmuan yang benar, Anda akan seperti menjalankan bisnis dalam kegelapan dan meraba-raba setiap jalan yang dipilih.

Asumsi bisa muncul disebabkan karena ketidaktahuan akan data atau juga karena kebiasaan menjadikan sesuatu yang belum jadi masalah menjadi masalah saat itu juga.

Maksudnya begini, kita sebagai pebisnis kadang sering “over anticipated” alias melakukan antisipasi berlebih. Bagaiman kalau begini, bagaimana kalau begitu. Kalau ini begini, bisnis bisa begitu. Kalau ini begitu, bisnis bisa begini. Dan seterusnya.

Misalnya, Anda punya rencana hendak menambah jumlah karyawan Anda, karena Anda rasa sudah saatnya. Lalu Anda berasumsi begini : “bagaimana jika setelah pegawai ditambah, penjualan malah menurun?, bagaimana jika ke depannya saya tidak sanggup menggaji karyawan baru ini?”. Dan seterusnya.

Tentu jika Anda punya niat baik hendak menambah jumlah pegawai, ini mestinya adalah keputusan yang didasarkan pada data-data pembukuan bisnis Anda, bukan? Tentu saya yakin, niat baik ini juga didasarkan pada optimisme rencana pengembangan bisnis Anda ke depan, bukan?

Kalau memang, iya. Lakukan.

Kalaupun memang ternyata setelah Anda menambah jumlah karyawan, kondisi bisnis Anda mengalami penurunan omset hingga tidak mampu menggaji, saya yakin Anda akan bisa mengambil langkah-langkah yang perlu untuk Anda lakukan demi menyelamatkan bisnis Anda.

Rekomendasi artikel :   Langkah Mudah Membangun Kepercayaan Pelanggan

Toh itu juga baru asumsi. Kalau memang ternyata bisnis Anda malah berkembang makin pesat? Anda tentu lebih senang.

Guru bisnis saya juga berkata, “Belajarlah just in time. Jangan belajar just in case”. Artinya belajarlah saat diperlukan, bukan belajar sesuatu dengan berandai-andai diperlukan di suatu saat mendatang.

Jika saat ini Anda mengalami masalah kesulitan cashflow, belajarlah mengenai cara mengelola cashflow yang baik dan benar. Tips mengenal dan mengetahui cashflow usaha Anda bisa dipelajari di artikel berikut : Pahami Jenis Cashflow Bisnis Anda Supaya Tidak Bangkrut.

Jika saat ini Anda bingung mencari dan mengelola karyawan yang baik, ya belajarlah cara mencari dan mengelola karyawan. Wajar jika Anda bingung, oleh sebab itu, silakan baca penjelasan mengenai cara mencari dan mengelola karyawan di artikel ini : Trik Jitu Mengatasi Masalah Karyawan Yang Keluar-Masuk Terlalu Sering.

Jangan Anda mempelajari sesuatu yang belum saatnya Anda pelajari. Bukan berarti belajar yang tidak diperlukan itu buruk. Tapi, jika Anda tidak pandai menempatkan pelajaran yang belum Anda perlukan untuk bisnis Anda, seringkali Anda malah akan terjebak pada ketakutan-ketakutan yang menghalangi langkah Anda ke depan.

Jadi, jika boleh saya rangkumkan, bunuh semua asumsi yang ada di pikiran Anda.

Hilangkan asumsi. Bergeraklah dengan data. Putuskan dan lihat hasilnya. Jika tidak sesuai dengan harapan, pelajari masalahnya dan cari solusinya. Pelajari keilmuan yang terkait dengan masalah-masalah penting yang sedang Anda hadapi dan selesaikan masalah Anda dengan segera.

Selamat menikmati dinamika bisnis Anda. ^^

download ebook videobook gratis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *