Sistemasi Bisnis : Bisnis Jalan, Owner Jalan-Jalan… Mitos atau Fakta?

relax

 

“I hated every minute of training, but I said, don’t quit. Suffer now and live the rest of your life as a champion.” – Muhammad Ali

 

Mungkin Anda adalah orang yang meniatkan diri berbisnis dengan impian agar bisa bebas finansial dan memiliki waktu bebas untuk diri Anda dan keluarga.

Mungkin Anda juga meyakini bahwa jika Anda berbisnis maka Anda bisa jalan-jalan sementara bisnis Anda jalan sendiri.

Benarkah demikian kenyataannya?

Tahukah Anda, banyak orang di awal bisnisnya mempercayakan 100% bisnisnya kepada karyawannya. Lalu merasa bangga karena bisa jalan-jalan sementara bisnisnya jalan sendiri.

Kemudian, satu demi satu masalah mulai timbul, dari mulai penggelapan stock barang dan uang penjualan, keluhan pelanggan yang tidak tersampaikan, kualitas pelayanan yang mulai buruk karena kurang pengawasan, karyawan mulai bertingkah, dan segudang masalah lainnya.

Tak berapa lama kemudian, keuntungan bisnis mulai menyusut, uang kas tidak mencukupi untuk membayar supplier, bisnis terus-menerus harus disubsidi, dan akhirnya bangkrut.

Percaya dengan orang lain itu perlu, tapi jangan percaya 100%!

Bisnis adalah kendaraan Anda untuk mencapai impian Anda, kemudikanlah dulu sendiri di awal Anda mengendarainya. Atau dengan kata lain, jalanilah seluk beluk bisnis yang Anda rintis di tahap awal pertumbuhannya.

Nah, bagi Anda yang sudah memulai menjalankan sendiri bisnis impian Anda, mungkin saat ini Anda frustasi karena kenyataannya setiap hari Anda harus mengurusi bisnis Anda. Bahkan seringkali Anda merasakan waktu 24 jam yang Anda miliki setiap hari tidak cukup untuk mengurusi segala tetek-bengek bisnis Anda.

Kemudian Anda mulai berpikir, mengapa kenyataan tidak sesuai dengan apa yang Anda angankan sebelumnya bahwa Anda bisa bebas waktu dan bebas finansial?!

Ya, inilah yang dulu saya rasakan di awal merintis usaha sebagai supplier untuk beberapa rumah makan. Capek, lelah, dan merasa tidak punya waktu untuk bersantai. Tapi, seiring waktu berjalan, ketika keuntungan bisnis mulai meningkat, saya mulai memberanikan diri untuk menggaji karyawan untuk menggantikan peran saya dalam hal berkeliling mengantar barang, sehingga saya bisa berfokus untuk menjalankan marketing dan hal lain yang bisa membesarkan bisnis saya.

Hal yang sama juga saya alami ketika membangun bisnis kuliner. Dengan modal yang pas-pasan, saya melibatkan diri sebanyak mungkin dalam keseharian bisnis tersebut. Sampai di tahap tertentu, ketika keuntungan dari bisnis makanan tersebut mulai meningkat, saya mulai menambah jumlah karyawan dan mulai mengurangi peran keterlibatan saya dalam operasional harian bisnis tersebut.

Sejak awal meniatkan diri untuk berbisnis, saya termasuk orang yang tidak percaya pada iming-iming manis yang sering disampaikan oleh motivator-motivator bisnis, bahwa “bisnis jalan, owner jalan-jalan”. Saya sangat percaya, bahwa keterlibatan owner di awal bisnis dalam segala detil operasional sangat diperlukan.

Rekomendasi artikel :   Nilai Rasa dari Sebuah Kerugian

Di awal membangun bisnis, owner berperan sebagai pondasi bisnis, penentu arah, pengambil keputusan, dan melakukan evaluasi arah bisnis atas masukan kritik saran dari pelanggan atau calon pelanggan bisnisnya.

Peran ini sangat tidak mungkin digantikan oleh karyawan di awal merintis bisnis. Mengapa? Karena kemampuan, kecakapan, semangat, totalitas, dan rasa kepemilikan atas bisnis, hanya dimiliki oleh owner.

Jangan sampai di awal merintis bisnis dan ketika satu demi satu masalah mulai muncul, ketidakhadiran Anda sebagai pemilik malah menghancurkan bisnis yang Anda rintis. Jadinya malah “Anda jalan-jalan, bisnis jalan ke jurang”… Hehehe…

Banyak pemilik bisnis yang ingin cepat sukses, sehingga melakukan banyak kesalahan di awal memulai usaha yang berujung pada kebangkrutan bisnisnya.

Sekali lagi, saya katakan, hati-hati jika Anda berharap bisa bersantai-santai di awal merintis bisnis Anda. Lebih baik Anda melibatkan diri Anda dalam operasional harian, sehingga Anda tahu betul seluk-beluk usaha Anda.

Nah, ketika keuntungan usaha Anda mulai meningkat, Anda bisa mulai merekrut pegawai baru untuk membantu Anda dalam hal operasional. Mestinya di tahap ini, Anda mulai bisa memiliki tambahan waktu luang karena keseharian Anda tidak dihabiskan untuk mengurusi operasional semata. Di tahap ini, investasikan waktu Anda untuk mulai memperbaiki sistem bisnis Anda.

Tujuan besarnya adalah membuat sistemasi bisnis Anda sehingga bisnis Anda suatu saat bisa autopilot (berjalan sendiri dengan sistem yang baik bahkan tanpa kehadiran Anda sekalipun).

Secara sederhana, ada 4 Bagian di Bisnis yang harus disistemasi, yaitu :

  • SDM (Sumber Daya Manusia) ~> sistem perekrutan, pelatihan, penilaian kinerja, dll
  • Operasional ~> penyediaan bahan baku produksi, proses produksi, proses stock barang, distribusi, dll
  • Keuangan ~> sistem pencatatan penjualan, laporan keuangan, pecatatan utang dan piutang, dll
  • Marketing ~> pola mendapatkan dan mencatat calon konsumen, pola penjualan, pola kerjasama, dll

Jadi, jika Anda berniat untuk mencapai impian awal Anda agar bisnis Anda jalan sementara Anda bisa jalan-jalan, maka kerjakan tugas Anda terlebih dahulu untuk membangun sistem bisnis yang autopilot.

Tidak mudah memang, tapi bukan tidak mungkin, kan?

Luangkan waktu Anda untuk belajar ilmu yang mendorong bisnis Anda bertumbuh. Dan jika Anda tidak ingin terjebak dalam kesalahan-kesalahan fatal lainnya di awal Anda merintis bisnis Anda.

Selamat menikmati manis pahitnya merintis bisnis ya! 🙂

 

download ebook videobook gratis

One comment on “Sistemasi Bisnis : Bisnis Jalan, Owner Jalan-Jalan… Mitos atau Fakta?
  1. Pretty nice post. I just stumbled upon your blog and wished to mention that I have really loved surfing around your weblog posts.
    In any case I will be subscribing on your feed and I am hoping you write once more very soon!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *