Seluk Beluk Permodalan, Investasi, dan Kerjasama Partnership Dalam Bisnis

permodalan investor partnership untuk bisnis kecil

Seluk Beluk Permodalan, Investasi, dan Kerjasama Partnership Dalam Bisnis

Pernahkah di saat Anda memulai bisnis atau ketika sedang berbisnis, Anda mengalami kekurangan modal, bingung mencari investor, atau bingung menentukan partner bisnis? Atau malah saat ini Anda sedang mengalami hal ini? Jika, ya, maka Anda perlu mempelajari seluk beluk permodalan, investasi, dan kerjasama partnership dalam bisnis di artikel ini.

Kalau Anda pernah berbisnis, sedang berbisnis, atau sedang mengembangkan bisnis Anda, pasti sudah familiar dengan yang namanya permodalan, kerjasama, dan investasi. Bahkan, bagi Anda yang sejak awal menggunakan modal sendiri pun dalam merintis bisnis, pasti sedikit banyak mengenal macam-macam opsi permodalan dan seluk-beluk kerjasama dalam bisnis yang Anda jalankan.

Bagi Anda yang sudah paham, tentu Anda akan paham juga bahwa solusi dari kekurangan modal tidak selalu berwujud uang.

Mengapa demikian? Karena yang Anda butuhkan memang tidak selamanya uang, toh?

Begini..

Misalkan saat ini Anda sedang merintis bisnis kuliner. Bisnis yang Anda sedang rintis ini berfokus pada bisnis makanan take-away, sehingga tidak perlu space (ruangan) yang besar. Modal untuk perlengkapan dan bahan baku sudah Anda siapkan. Dana cadangan untuk operasional pun sudah ada sebagai dana jaga-jaga. Akan tetapi, Anda kekurangan dana untuk sewa tempat.

Nah, di contoh tersebut, betul bahwa Anda tidak memiliki uang untuk menyewa tempat yang sudah Anda incar sebelumnya. Namun, uang bukan satu-satunya solusi bagi masalah Anda ini.

Selain dengan uang, Anda bisa menyewa tempat dengan negosiasi berupa bagi hasil keuntungan ke pihak pemilik tempat. Memang tidak semua orang mau menyewakan tempatnya dengan sistem bagi hasil seperti itu, tapi bukan berarti tidak ada. Carilah sampai ada yang mau!

Masalah selesai.

Sudah paham kan bahwa solusi dari kekurangan modal tidak selalu berwujud uang. Anda harus pintar-pintar mendefinisikan apa-apa yang Anda butuhkan yang bisa digantikan oleh hal lain yang bisa Anda tawarkan ke pihak-pihak yang hendak Anda ajak kerjasama.

Alternatif Permodalan Non-Bank

Secara garis besar, ada dua alternatif permodalan bagi Anda pebisnis kecil. Yang pertama adalah Bank, yang tentunya memberikan modal berupa uang pinjaman. Yang kedua adalah non-bank, yang bisa memberikan bantuan modal berupa uang maupun jasa yang bisa Anda gunakan sebagai modal operasional bisnis Anda.

Nah, artikel ini tidak akan membahas lebih lanjut mengenai seluk-beluk permodalan lewat bank, tapi justru akan membahas alternatif permodalan non-bank.

Beberapa alternatif permodalan non-bank yang bisa Anda jadikan pilihan saat Anda membutuhkan tambahan modal untuk memulai atau mengembangkan bisnis Anda, antara lain :

[1] Investor

Jika Anda memutuskan meminta bantuan dana dari investor, Anda bisa menjual sebagian saham dari usaha Anda.

[2] Sponsor

Jika Anda yakin bahwa bisnis Anda bisa mendatangkan trafik (keramaian) di suatu tempat, Anda bisa mengajukan kerjasama sponsorship dengan brand-brand besar yang bisa memberikan dukungan tertentu seperti bantuan untuk promosi gratis, baliho gratis, dan lain-lain.

[3] Barter

Barter artinya barang ditukar dengan barang atau dengan jasa. Tidak harus berupa uang. Misalnya, Anda sedang berbisnis kuliner dan membutuhkan promosi di sebuah radio terkenal di kota Anda, maka Anda bisa mengajukan kerjasama dengan cara menyediakan paket makan siang gratis selama beberapa hari untuk semua staf di radio tersebut sebagai barter dari promosi yang dilakukan di radio tadi.

[4] Nego Gratis

Misalnya, Anda butuh menyewa halaman depan sebuah bangunan yang menurut Anda sangat cocok dan strategis bagi bisnis kuliner yang hendak Anda mulai. Anda bisa melakukan nego untuk menyewa halaman gedung tadi dengan gratis pembayaran di awal tapi diganti dengan bagi hasil keuntungan setiap bulannya.

[5] Bayar Mundur

Cara ini digunakan untuk membuat cashflow bisnis Anda positif sembari menunggu pembayaran dari pelanggan Anda. Jika memungkinkan, usahakanlah pembayaran mundur kepada semua supplier Anda.

Lebih jauh tentang bagaimana mengatur cashflow bisnis Anda agar terhindar dari kebangkrutan bisa Anda baca lebih lanjut di artikel Pahami Jenis Cashflow Bisnis Anda Supaya Tidak Bangkrut ini.

[6] Pre-Order

Banyak pebisnis yang menggunakan metode pre-order ini untuk menjalankan bisnis dengan modal yang kecil.

Dengan cara pre-order, Anda menjual barang dan meminta pembayaran di awal kepada para pembeli Anda. Setelah uang pembayaran terkumpul, barulah Anda mulai memproduksi atau mendatangkan produk tersebut kepada pembeli-pembeli Anda.

Cara ini bisa digunakan untuk meminimalisir besarnya modal yang harus Anda sediakan untuk proses produksi dan meminimalisir kerugian akibat barang yang menumpuk karena tak terjual.

[7] Minta Uang Muka

Meminta uang muka di awal untuk pembelian produk-produk tertentu bisa menjadi salah satu cara untuk memiliki modal untuk kulakan (membeli) produk tersebut kepada pabrikan.

[8] Jual Stok Menumpuk Dengan Murah

Jika saat ini Anda memiliki banyak stok produk yang menumpuk di gudang, ada baiknya Anda mempertimbangkan untuk menjual stok tersebut dengan harga murah agar lekas menjadi uang tunai. Seringkali tunai lebih penting daripada laba semu.

Seringkali penghambat keberhasilan bisnis adalah keserakahan diri sendiri. Mungkin Anda merasa sayang jika bisnis Anda harus berbagi saham kepada investor. Tapi, ingat, semakin Anda hanya mengandalkan diri sendiri, peluang bisnis Anda bisa berkembang juga akan terbatas pada kemampuan diri Anda semata.

Namun, jika Anda tidak serakah dan mau berbagi dengan orang lain, maka selain bisnis Anda lebih banyak yang mendoakan, bisnis Anda pun semakin memiliki peluang berkembang yang lebih cepat karena suntikan permodalan tadi.

Jika saat ini Anda sedang kesulitan modal, ada baiknya Anda mempertimbangkan opsi-opsi kerjasama tadi. Sebelum melakukan kerjasama, rinci dahulu apa-apa saja yang menjadi unsur pengeluaran bisnis Anda, agar Anda bisa menetapkan opsi mana yang bisa Anda jalankan.

Rekomendasi artikel :   Positioning Bisnis di Zaman Now

Contoh rincian pengeluaran bisnis yang bisa Anda carikan solusinya yang bisa menghemat dana tunai yang Anda miliki.

  • sewa tempat : lakukan nego gratis, atau bayar mundur setelah Anda mendapat profit, atau barter dengan jasa/tenaga/keuntungan yang Anda miliki.
  • operasional : jika memungkinkan, Anda bisa menggunakan jasa tenaga freelance atau melakukan outsource (alih daya) untuk mengurangi beban biaya gaji karyawan tetap Anda. Intinya jadikan beban biaya ini sebagai beban biaya variabel (bervariasi), bukan beban biaya yang fixed (tetap).
  • promosi : buat event sendiri untuk mempromosikan produk atau jasa yang Anda jual, kemudian cari sponsor yang bisa bekerjasama dalam event ini dengan Anda.
  • renovasi : lakukan nego bayar mundur sesuai proyeksi cashflow bisnis Anda.
  • pemasaran (sales) : rekrutlah affiliate marketer, reseller, ataupun dropshipper untuk membantu penjualan produk Anda tanpa perlu menggaji secara tetap tenaga pemasaran dalam bisnis Anda.

 

Mindset Rambu Kerjasama Antara Investor dan Pengelola

Nah, setelah Anda paham opsi-opsi permodalan yang bisa menjadi solusi bagi bisnis Anda, ada baiknya Anda pun mengenal seperti apa seluk-beluk kerjasama yang baik antara Anda sebagai pengelola dan investor Anda nantinya.

Mindset Seorang Investor

Jika Anda saat ini sedang mengambil peran sebagai seorang investor, maka mindset yang harus Anda miliki sebagai seorang investor yang baik adalah :

  • Berinvestasi karena memiliki kelebihan uang (atau uang mengendap). Uang mengendap ini adalah uang yang menghambat pertumbuhan perekonomian pribadi ataupun masyarakat. Oleh sebab itu, jika Anda punya uang berlebih dan mengendap, investasikanlah kepada suatu bisnis yang baik.
  • Investor yang baik, mau menanggung kerugian. Oleh sebab itu, jika Anda berinvestasi ke sebuah bisnis, niatkan hal itu untuk ibadah.
  • Uang yang Anda investasikan haruslah bukan uang dari hasil berhutang.
  • Distribusikan investasi yang Anda lakukan. Jangan tanam investasi Anda hanya di satu “lubang”, kecuali Anda berperan sebagai pengelola yang ikut mengawasi “lubang” tersebut.

Beberapa area investasi yang layak Anda jalani, antara lain :

  • properti, perkembangannya akan stabil karena harga tanah cenderung naik terus setiap tahunnya.
  • emas, menjaga nilai rupiah yang Anda miliki tidak tergerus oleh inflasi. Emas sangat baik digunakan sebagai pelindung nilai uang yang Anda miliki.
  • bisnis, besar resiko besar pula potensi keuntungannya.

Sebagai tambahan, semua investasi ada resikonya (bisa untung, bisa rugi). Bahkan, tidak melakukan investasi pun ada resikonya (uang Anda tak berkembang, terkikis inflasi, dan masih banyak lagi). Anda harus pahami hal ini jika Anda berperan sebagai investor.

Prinsipnya distribusikan resiko dan rejeki bersama-sama.

Mindset Seorang Pengelola

Jika saat ini Anda adalah seorang pengelola bisnis, maka mindset yang harus Anda miliki adalah :

  • Harus fokus! Jangan membagi fokus dan energi Anda dengan hal-hal lain yang membuat bisnis Anda sulit berkembang dan mengecewakan investor karena ketidakseriusan Anda.
  • Niatkan kerjasama yang Anda jalin adalah untuk berbagi dan bersaudara dengan orang yang sevibrasi dengan Anda, bukan hanya untuk memanfaatkan orang lain saja.
  • Berlakulah adil dan transparan. Dalam bisnis, kredibilitas Anda lebih penting dari sekadar uang hasil keuntungan bisnis yang hanya sementara sifatnya.
  • Jika Anda mengajukan proposal kerjasama investasi, jangan menawarkan terlalu muluk. Tawarkan apa adanya dan lengkap dengan segala resiko yang menyertai.

Sebagai pengelola suatu bisnis, ada baiknya Anda mengikuti beberapa aturan dasar ini agar terhindar dari kerjasama yang buruk dan saling merugikan.

  • Jika memang harus meminjam uang modal, pinjamlah dengan disertai agunan. Jika Anda tak dapat melunasi pinjaman tersebut, Anda bisa merelakan agunan tersebut diambil sebagai gantinya.
  • Jika memungkinkan bagi kepemilikan saham kepada investor yang menyuntikkan dana bagi bisnis Anda, dengan prinsip untung bagi untung, rugi bagi rugi, sehingga adil.
  • Hindari kerjasama bagi hasil (tanpa agunan) terutama dengan perorangan karena seringkali perorangan ini sulit sekali menerima kenyataan atau tidak mau berbagi kerugian saat bisnis mengalami kerugian.

Mindset Kerjasama (Partnership) Dalam Bisnis

Jika Anda sebagai pengelola sudah siap menjalin kerjasama dengan rekan Anda dalam menjalankan bisnis, maka hal-hal berikut ini harus Anda pahami terlebih dahulu.

  • Memiliki rekan dalam bisnis itu seperti menikah, Anda harus siap menerima apa adanya kondisi rekan Anda tersebut, terutama kekurangan, bukan hanya kelebihannya.
  • Jangan terlalu “hitungan”. Jika memang Anda merasa Anda yang lebih banyak bekerja sementara rekan Anda tidak, sementara pembagian untungnya sama, jangan berpikir buruk. Justru Anda beruntung karena memiliki pengalaman dan kesempatan belajar yang lebih banyak ketimbang rekan Anda tadi. Jadilah rendah hati.
  • Tentukan siapa pemimpin dalam pengambilan keputusan, meskipun Anda memiliki kedudukan dan porsi yang serupa dengan rekan Anda, tetap harus ada salah satu yang jadi pemimpin. Tentukan siapa jendralnya. Tidak ada 2 jendral dalam 1 peperangan.

Ada beberapa rambu penting yang harus Anda terapkan dalam kerjasama rekanan dalam bisnis, antara lain :

  • Tuliskan detil kesepakatan, bukan hanya lisan yang sangat mungkin dilupakan. Hal ini untuk mencegah adanya pertikaian tak berujung hanya karena hal sepele yang tidak jelas di awal berbisnis.
  • Jangan mengikat hubungan karena sungkan. Jika ragu, lebih baik batalkan, daripada ribut di masa mendatang.
  • Carilah rekan bisnis yang sevibrasi, sama seperti mencari pasangan hidup untuk menikah.

Prinsipnya, persahabatan itu mahal, jangan hilang hanya karena uang.

Demikian, seluk-beluk, mindset, dan hal-hal yang perlu Anda perhatikan mengenai permodalan, kerjasama dengan investor, dan kerjasama dengan rekan bisnis.

Semoga bisa menambah wawasan dan bermanfaat bagi bisnis Anda.

download ebook videobook gratis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *