Positioning Bisnis di Zaman Now

positioning adalah menjual ide unik

Positioning Bisnis di Zaman Now

Positioning adalah salah satu dari tiga elemen utama pemasaran, yang sering dikenal dengan istilah Positioning-Differentiation-Branding. Pada tahap penyusunan strategi marketing, positioning adalah keputusan yang sangat penting bagi sebuah bisnis.

Dalam bahasa sederhana, positioning dapat diartikan sebagai proses menempatkan keberadaan merk/perusahaan di benak pelanggan. Dengan kata lain, dalam positioning, Anda ingin menempatkan diri Anda dipersepsikan seperti apa oleh pelanggan.

Aktivitas penyusunan postioning ini sangat penting untuk Anda perhatikan. Terlalu rumit akan membingungkan pelanggan. Terlalu sederhana akan dianggap biasa-biasa saja. Terlalu indah malah dianggap mengumbar janji belaka.

Menyusun positioning juga berarti berupaya membangun kepercayaan, kredibilitas, dan kompetensi merk di mata konsumen.

Perlu upaya keras dan konsisten agar positioning sebuah bisnis dapat terwujud baik di benak pelanggan dan lebih lanjut untuk mendapatkan kepercayaan dari pelanggan.

Kriteria Dalam Positioning

Agar positioning ini bisa dirumuskan dengan tepat, terdapat 4 kriteria penilaian yang perlu dipertimbangkan dalam penyusunan postioning bisnis Anda agar senantiasa relevan dengan kondisi yang dihadapi.

Penilaian ini dilakukan berdasarkan pada kriteria 4C, Change-Competitor-Company-Customer.

Kriteria #1 : Penilaian Terhadap Change (Perubahan)

Positioning sedapat mungkin harus sesuai sehingga dapat bertahan lama dan memiliki relevansi kuat dengan perubahan bisnis jangka panjang. Dalam hal ini, positioning adalah keputusan untuk jangka panjang.

Sebagai pebisnis, Anda sebaiknya menghindari keinginan untuk berganti-ganti positioning. Agar persepsi yang tertanam di benak pelanggan mampu menancap dengan kuat, diperlukan konsistensi (tidak sering berubah). Perubahan yang sering dan cepat justru akan membingungkan pelanggan dan sekaligus membuat merk/bisnis Anda kehilangan fokus.

Kriteria #2 : Penilaian Terhadap Competitor (Pesaing)

Agar dapat merumuskan postioning yang tepat, Anda harus mampu menilai kompetisi yang terjadi dalam industri di mana bisnis Anda berada, bahkan terhadap produk substitusi yang mungkin mengganggu produk Anda.

Agar dapat terlihat menonjol, Anda harus membuat positioning yang unik dan mudah dibedakan dari kompetitor Anda.

Kriteria #3 : Penilaian Terhadap Company (Kekuatan dan Daya Saing Perusahaan)

Lakukan pengukuran terhadap kapabilitas internal bisnis/perusahaan Anda ketika merumuskan positioning. Dengan demikian, Anda dapat membuat postioning yang mencerminkan kekuatan dan daya saing bisnis Anda secara optimal.

Kriteria #4 : Penilaian Terhadap Customer (Pelanggan)

Positioning perlu diusahakan agar dipersepsikan positif oleh pelanggan. Dan lebih jauh lagi, positioning harus menjadi alasan pelanggan untuk membeli merk (produk) yang Anda jual.

Hal ini akan terjadi jika value (nilai) yang Anda berikan cukup menarik di mata pelanggan. Oleh sebab itu, positioning menjadi dasar penawaran dari perusahaan pada tahap perancangan taktik dan dalam memberikan value (nilai).

Positioning Adalah Proses Menjual Ide

Jika Anda jeli, Anda dapat melihat bahwa positioning sesungguhnya adalah proses menjual ide kepada pelanggan.

Bila ide yang dijual tidak menarik, pelanggan (pasar) tidak akan tertarik kepada penawaran yang Anda berikan. Efeknya, bisnis Anda tidak akan mampu berkembang jika pasar tidak memberikan respon positif.

Sebagai proses menjual ide, postioning tidak saja terkait dengan pelanggan semata, tapi juga terkait dengan karyawan internal perusahaan dan pemangku kepentingan lain dalam perusahaan Anda, misalnya investor.

Postioning yang baik haruslah mampu melibatkan karyawan internal dan pemangku kepentingan lain dalam perusahaan untuk bersama-sama mendukung ide yang dikembangkan.

Postioning dapat juga diartikan sebagai janji perusahaan kepada para stakeholder (pemangku kepentingan) baik internal maupun eksternal perusahaan. Janji ini harus ditepati dan dijalankan secara konsisten oleh seluruh pihak internal.

Mencari Ide Positioning Yang Pas

Rangkaian peristiwa yang melatarbelakangi bisnis yang Anda dirikan tentu terdiri dari berbagai peristiwa dan pengalaman yang sangat berharga dan unik.

Rekomendasi artikel :   Seluk Beluk Permodalan, Investasi, dan Kerjasama Partnership Dalam Bisnis

Contohnya, Steve Jobs, pendiri Apple yang mampu menelurkan berbagai produk dengan desain yang WOW berdasarkan pengalaman masa lalunya dari mulai drop-out kuliah, belajar studi mengenai kaligrafi, dan berbagai peristiwa lain yang menjadi latar belakang Apple mampu menghasilkan berbagai produk yang luar biasa.

Steve Jobs menyebutnya dengan istilah “Connecting the Dots” dalam kutipannya yang terkenal.

Connecting the dots adalah istilah Steve Jobs yang menekankan bagaimana dirinya melihat ke masa lalunya dan menyadari bahwa karyanya di Apple tidak lain adalah buah dari berbagai peristiwa, pengalaman, dan keputusan-keputusan kecil yang Ia ambil di masa lalunya.

Melalui kutipan ini, Steve Jobs mencoba memberikan pemahaman bahwa setiap orang mampu menghasilkan karya-karya besar yang unik yang dilatarbelakangi oleh peristiwa dan pengalaman unik yang dialaminya di masa lalu.

Sebagai pebisnis, Anda juga harus mampu merangkai titik-titik unik pengalaman dan perjalanan hidup Anda dan bisnis Anda untuk menciptakan ide/produk dan postioning yang Anda rasa unik dan memiliki nilai tinggi.

Anda dapat menghubungkan berbagai hal dan pengalaman krusial yang Anda miliki dan rasakan sebagai pengalaman bisnis yang dianggap memiliki daya tarik bagi pemangku kepentingan, kemudian merangkainya menjadi postioning yang ringkas dan mudah dimengerti.

Dengan demikian, postioning akan bersifat unik dan secara jelas menjadi cerminan perusahaan.

Lebih lanjut mengenai membuat produk yang unik dan menarik bagi pelanggan, bisa Anda baca di artikel Menciptakan Diferensiasi Produk Yang Luar Biasa Lewat Konten, Konteks, dan Infrastruktur.

Positioning & Clarification : Positioning Bisnis di Zaman Now

Di zaman penuh keterbukaan seperti sekarang ini, perusahaan tidak lagi dapat mengandalkan postioning dengan pendekatan satu arah saja. Seringkali, pelanggan tidak lagi mau dipaksa untuk menerima penawaran dari marketer setelah dibombardir melalui berbagai media seperti di masa lalu.

Berbeda dengan masa lalu, pelanggan kini tidak begitu saja menelan informasi bulat-bulat. Sebelum mengambil keputusan, para pelanggan akan melakukan cross-check pada sumber pemberi pesan dan juga komunitas di sekitarnya.

Perubahan perilaku pelanggan zaman now ini mau tidak mau harus dijadikan dasar penyesuaian bagaimana Anda menyampaikan postioning ini kepada pelanggan. Oleh karena itu, sebaiknya Anda juga harus menjalin hubungan horizontal dua arah dengan pelanggan Anda.

Caranya adalah dengan meminta “klarifikasi” (clarification) dari komunitas agar benar-benar dapat menerima bisnis Anda sebagai “teman”. Dengan melakukan klarifikasi, Anda sekaligus juga memiliki kesempatan untuk menjelaskan siapa diri Anda dan apa tujuan Anda dalam komunitas yang Anda masuki tersebut.

Dengan cara ini, pemahaman pelanggan terhadap diri Anda/bisnis Anda akan menjadi lebih jelas ketimbang dengan pendekatan vertikal seperti masa lalu.

Di masa lalu, positioning dilakukan dengan pendekatan vertikal satu arah. Anda tidak memiliki jaminan bahwa pelanggan akan memiliki tingkat pemahaman dan persepsi yang sama pada suatu postioning.

Dengan pendekatan klarifikasi, Anda membangun hubungan dua arah sehingga situasi dapat dijelaskan secara terus-menerus sampai pelanggan benar-benar memikki pemahaman yang sama.

Lebih lanjut, dengan melakukan klarifikasi, secara tidak langsung Anda dapat membantu pelanggan yang melakukan advokasi (membela merk Anda) ketika merk tersebut diserang oleh pihak lain.

Dengan melakukan klarifikasi, sadar atau tidak sadar, Anda berupaya memperkuat positioning di benak konsumen.

download ebook videobook gratis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *