Menciptakan Ulang Kesuksesan Bisnis Dengan Metode Re-Profiling

re-profiling-mengulang-kesuksesan-bisnis

Menciptakan Ulang Kesuksesan Bisnis Dengan Metode Re-Profiling

Pernahkah Anda membuat suatu bisnis yang sukses tapi ketika hendak membuka bisnis lain yang serupa ternyata tidak sesukses yang pertama? Atau, pernahkan Anda bingung mengapa rumah makan yang Anda buka laris di tempat pertama tapi sepi di cabang barunya?

Mungkin juga, Anda bingung mau menentukan variasi produk baru untuk Anda jual dan promosikan kepada pelanggan-pelanggan Anda.

Nah, guru bisnis saya pernah mengajarkan sesuatu yang dinamakan Re-Profiling untuk mengurai DNA kesuksesan bisnis yang pernah Anda raih.

Lewat metode ini, kesuksesan yang sedang atau pernah Anda raih akan dapat Anda “dokumentasi“-kan sehingga bisa Anda ulang polanya menghasilkan bisnis sejenis yang juga sukses.

Sukses Bisa Merupakan Sebuah Kebetulan

Ya, kadang, dalam hidup Anda bisa mengalami kesuksesan yang seolah serba mudah, seolah sebuah kebetulan.

Nah, sangat disayangkan jika memang Anda pernah mengalami atau sedang mengalami kesuksesan tapi tidak memiliki “data-data” mengapa Anda sukses.

Hal ini akan menjadi kerugian yang sangat besar bagi Anda karena Anda tidak mengetahui faktor-faktor apa yang membuat Anda sukses di awal.

Dengan mengetahui data-data penyebab kesuksesan bisnis Anda, maka jika suatu saat Anda sedang dalam kondisi terpuruk, Anda bisa dengan mudah untuk bangkit dan meraih kesuksesan itu kembali.

Re-profiling – Mengurai DNA Kesuksesan Bisnis Anda

Apa itu re-profiling?

Sebelum memasuki pemahaman mengenai re-profiling, ada baiknya Anda memahami dahulu pengertian profiling.

Profiling adalah upaya menentukan profil target pasar sebagai sasaran awal di masa promosi atau mencoba membuka suatu bisnis baru.

Contoh profil target pasar atau pembeli sebuah cafe anak muda misalnya : Laki-laki, usia kisaran 19-24 tahun, kuliah, dan memiliki kendaraan motor.

Nah, re-profiling, artinya mem-profilkan secara terbalik orang-orang yang sudah menjadi langganan di bisnis Anda yang sudah jalan.

Aset terbesar dalam upaya melakukan re-profiling adalah DATA. Data inilah yang bisa Anda jadikan pegangan untuk melanjutkan kesuksesan yang pernah Anda raih.

Tujuan re-profiling adalah mencari data profil target pasar dan faktor-faktor pendukung sebuah bisnis yang sudah sukses untuk kemudian data tersebut bisa digunakan untuk menduplikasi bisnis tersebut atau membuat bisnis baru berdasarkan pengamatan pada bisnis kompetitor.

2 Pendekatan Cara Melakukan Re-Profiling

Ada 2 pendekatan yang bisa dilakukan untuk re-profiling pelanggan dari sebuah bisnis yang sudah berjalan untuk mendapatkan data-data sebagai bahan untuk menyasar profil target pasar yang serupa untuk dijadikan acuan pengembangan sebuah bisnis.

Pendekatan #1 : Re-Profiling Berdasarkan Pendekatan Segmentasi

Segmentasi adalah pembagian target pasar atau para pembeli ke dalam 4 kategori, antara lain :

  1. Geografis, menentukan dari mana para pembeli berasal. Kategori ini berkaitan dengan negara, wilayah, ukuran wilayah, kepadatan, dan iklim tempat si pembeli berasal.
  2. Demografis, menentukan siapa orang-orang yang menjadi pembeli di bisnis Anda. Informasi yang terkait dalam kategori demografis contohnya jenis kelamin, usia, penghasilan, status menikah, agama.
  3. Psikografis, kategori ini menyoroti minat atau kesukaan (interest) si pembeli, contohnya kelas sosial, gaya hidup, kepribadian, minat terhadap sesuatu.
  4. Perilaku atau Behaviour, terkait dengan kapan dan seberapa sering orang-orang ini membeli kepada Anda. Informasi yang terkait dengan perilaku ini antara lain : alasan pembelian, waktu pembelian, frekuensi pembelian, dan loyalitas atau berapa lama mereka menjadi pelanggan Anda.

Pendekatan #2 : Re-Profiling Berdasarkan Pendekatan 5W + 1H

Re-profiling berdasarkan pendekatan 5W + 1H ini dilakukan dengan mengajukan pertanyaan dan mencari jawabannya berdasarkan atas pengamatan di kondisi lapangan bisnis yang sedang berjalan.

  • What, apa (saja) produk Anda? Mana yang terlaris?
  • Who, siapa spesifik target pasar Anda? Usia, gender, status, profesi, penghasilan?
  • Where, di mana mereka biasa berkumpul? Di mana mereka tinggal? Dari mana mereka datang? Ke mana mereka pergi?
  • Why, kenapa (alasan) mereka beli? Apa benefitnya? Apa perbedaan dibanding lainnya?
  • When, kapan mereka beli? Pagi, siang, sore, malam? Saat berangkat, pulang, atau istirahat?
  • How often, seberapa sering (frekuensi) mereka beli.

Pendekatan 5W + 1H ini lebih sederhana ketimbang pendekatan Segmentasi sehingga cocok diterapkan untuk riset pada usaha skala UKM.

Contoh Kasus : Re-Profiling Mencari Produk Promosi Yang Pas

Untuk kasus bisnis makanan, misalkan Anda sudah memiliki tempat makan yang ramai dan hendak membuka cabang baru, kira-kira produk manakah yang hendak Anda jadikan bahan untuk promosi?

Nah, dengan melakukan re-profiling khususnya untuk jenis produk mana yang layak dan memiliki kemungkinan membantu keberhasilan promosi cabang baru Anda.

Baik, ikuti langkah-langkah berikut ini untuk melakukan reprofiling produk apa yang cocok sebagai bahan promosi Anda.

  • Langkah #1 : Siapkan data penjualan produk Anda 2 atau 3 bulan ke belakang.
  • Langkah #2 : Pilih 3 produk yang paling laris untuk dijadikan materi promo.
  • Langkah #3 : Lakukan re-profiling terkait Who dari para pelanggan Anda saat ini (usia, jenis kelamin, profesi, dan lain-lain).
  • Langkah #4 : Temukan behaviour atau perilaku seperti apa yang mewakili para pembeli Anda ini untuk mencocokkan Copywriting iklan promosi Anda nantinya yang bisa diterima oleh target pasar yang serupa.
  • Langkah #5 : Buat materi promosi dari ke-3 produk terlaris tadi dengan format yang disesuaikan dengan gaya orang-orang di target pasar hasil re-profiling Who dan Behaviour dari para pelanggan lama Anda.

Cara ini sangat efektif, untuk membuat kampanye promosi yang jauh lebih efektif ketimbang Anda berasumsi produk yang menurut Anda cocok untuk promo dan berasumsi ke target promosi mana yang hendak Anda sasar.

Rekomendasi artikel :   Ketahui 3 Aturan Utama Ini, Agar Bisnis Anda Berkembang

Studi Kasus : Re-Profiling Untuk Membuka Cabang Baru

Kasus berikutnya, misalkan Anda mau membuka cabang baru tempat makan Anda, bisa juga Anda melakukan dengan langkah-langkah serupa.

Re-profiling cabang rumah makan yang ramai :

  • Who : siapa kebanyakan yang makan di tempat Anda?
  • Where : dari mana mereka berasal? Perkantoran, kampus, perumahan? Tipe?
  • When : kebanyakan ramainya jam brapa saja? Saat pulang atau berangkat?
  • Amati dan hitung, minimal dalam kurun waktu 2 minggu untuk mendapatkan data yang cukup.

Kemudian lakukan langkah-langkah berikut ini :

  • Langkah #1 : Lakukan reprofiling terkait Who dari para pelanggan Anda saat ini (usia, jenis kelamin, profesi, dll). Misalkan didapat data bahwa pelanggan terbanyak Anda adalah mahasiswi usia 17-23 tahun, tinggal di kos sekitaran kampus, dengan kendaraan motor.
  • Langkah #2 : Survey lokasi dengan radius 5 km yang dekat dengan tempat beraktivitas orang-orang yang profilnya kira-kira sama dengan hasil reprofiling para pelanggan Anda tadi. Dalam contoh ini, haruslah dekat kampus yang dominan perempuan serta berada di antara kampus dan tempat kos mereka. Lokasi juga haruslah memiliki tempat parkir yang cukup untuk memarkir motor-motor para calon pembeli nantinya.
  • Langkah #3 : Lokasi haruslah di jalan dua arah, tanpa penghalang jalan (boulevard), dan berada di sisi kiri arah para pelanggan Anda bergerak.
  • Langkah #4 : Lakukan reprofiling kapan waktu terbanyak pembelian dilakukan oleh para pelanggan Anda. Apakah jam istirahat kantor, pulang kerja, pulang kuliah, berangkat kerja, dan sebagainya. Jika hasil reprofiling Anda menghasilkan data bahwa waktu pembelian terbanyak adalah di sore dan malam hari, artinya lokasi haruslah berada di jalur kiri arah target pasar pulang kuliah.
  • Langkah 5# : Jika waktu pembelian ada di pagi hari atau di waktu para pelanggan berangkat beraktivitas, maka posisi lokasi cabang baru adalah di sisi kiri jalan yang paling banyak dilalui target pasar ketika berangkat beraktivitas. Sebaliknya jika pembelian banyak terjadi di sore atau malam hari, sebaiknya lokasi di sebelah sisi kiri jalan pulang para target pasar ini ke rumah atau kos-nya.
  • Langkah #6 : Survey lokasi yang sesuai dengan kriteria tadi, dan amati apakah asumsi yang Anda buat tadi benar apa tidak.
  • Langkah #7 : Jika sudah yakin, segera buka dan gunakan cara promosi dengan cara yang sudah dijabarkan di Studi Kasus Promo Produk tadi. Jika Anda masih ragu, lakukan negosiasi ke pemilik tempat agar sewanya tidak terlalu lama dulu di awal. Hal ini untuk jaga-jaga siapa tahu penilaian Anda salah dan ternyata tempatnya tidak cocok sebagai cabang baru.

Dengan melakukan re-profiling terlebih dahulu, Anda akan meminimalisir banyak asumsi salah yang biasa dilakukan oleh banyak pebisnis pemula ketika membuka cabang baru.

Terkait lokasi suatu rumah makan, silakan baca artikel berjudul 3 Rahasia Bisnis Kuliner Yang Laris : Lokasi, Lokasi, dan Lokasi ini sebagai tambahan wawasan bagi Anda.

Studi Kasus : Re-Profiling Untuk Bisnis Online

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana jika pelanggan yang membeli selama ini selalu online dan tidak pernah bertatap muka, apakah metode re-profiling ini bisa dilakukan?

Tentu saja bisa. Hanya saja caranya berbeda.

Re-profiling sebuah bisnis online hanya bisa dilakukan juga secara online. Artinya semua pengamatan harus dilakukan dengan cara mem-follow akun social media orang-orang yang selama ini sudah membeli dan menjadi langganan Anda.

Di akun social media para pelanggan ini, Anda akan mendapatkan banyak data :

  • Demografis : jenis kelamin, kuliah/kerja, kisaran usia, menikah/tidak, dan lain sebagainya.
  • Geografis : biasanya Anda akan dengan mudah mengetahui di kota mana mereka tinggal dari informasi di akun sosial media mereka.
  • Psikografis : Anda bisa mengamati kesukaan mereka akan merk-merk, artis, atau hobi tertentu di sini.
  • Perilaku : Anda bisa mengamati orang-orang ini biasanya aktif di pagi, siang, atau malam hari.

Nah, dari semua informasi ini Anda bisa kumpulkan dan lakukan re-profiling untuk launching produk, promo, atau keperluan lainnya.

Misalkan, selama ini Anda berjualan Jersey Sepak Bola tim Persib, dan Anda mengamati bahwa profil orang-orang yang selama ini menjadi pelanggan Anda adalah :

  • Who : anak sekolah dan kuliahan, 80% lebih pria, selain menyukai Persib, mereka juga orang-orang yang tergabung dalam komunitas motor
  • Where : kebanyakan orang Bandung, Subang, Garut, Tasikmalaya
  • When : mereka biasa aktif di social media di waktu sore hingga malam hari
  • What : mereka menyukai segala hal yang bisa membuat mereka terkesan lebih gagah seperti motor, jaket, kaca mata, produk lain yang “cowok banget”.
  • Why : mereka suka dengan produk Anda karena kualitasnya yang tidak cepat rusak
  • How often : mereka biasanya berbelanja pernak-pernik Jersey Persib di menjelang awal musim pertandingan dan ketika menjelang final kompetisi pertandingan.

Nah, setelah memetakan pelanggan Anda demikian, Anda bisa memiliki banyak ide untuk misalnya :

  • meluncurkan produk Jaket Motor dengan identitas Persib
  • membuka reseller di daerah Subang, Garut, dan Tasikmalaya
  • dan masih banyak hal lain untuk digarap

Demikian, paparan singkat mengenai teknik re-profiling untuk mengurai genetika kesuksesan bisnis Anda.

Semoga bermanfaat dan bisa membantu Anda mengembangkan bisnis Anda saat ini.

download ebook videobook gratis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *