3 Rahasia Bisnis Kuliner Yang Laris : Lokasi, Lokasi, dan Lokasi

lokasi-bisnis-kulinerGuru bisnis saya pernah berkata, ada 3 rahasia bisnis kuliner yang laris : lokasi, lokasi, dan lokasi. Mengapa faktor lokasi ini menjadi begitu penting? Pengalaman saya beberapa tahun ini memiliki bisnis kuliner, mungkin bisa Anda jadikan pelajaran.

Mari simak sambil menikmati secangkir kopi.

Saya pribadi sudah beberapa tahun bergelut di dunia kuliner. Saat ini memiliki 3 gerai dengan rata-rata penjualan harian yang lumayanlah menurut saya. Namun, selain 3 gerai yang lumayan berhasil ini, ada 2 gerai lain yang tidak menghasilkan penjualan sesuai harapan sehingga akhirnya terpaksa harus saya tutup.

Mengapa gagal? Faktor utamanya adalah lokasi.

Gerai PERTAMA yang gagal terletak di pinggir jalan raya dengan lalu lintas yang cukup ramai. Akan tetapi, gerai ini tidak memiliki tempat parkir yang layak karena letak gerainya tepat di bahu jalan. Jangankan untuk parkir mobil, untuk parkir motor saja sulitnya minta ampun.

Lokasi gerai pertama ini juga berada di sisi seberang jalan yang dominan dilalui ketika orang-orang pulang kantor. Hal ini cukup menyulitkan para calon pembeli yang hendak mendatangi tempat ini, karena harus menyeberang jalan terlebih dahulu, apalagi ketika mengetahui lahan parkir yang tersedia tidak ada, banyak calon pembeli yang enggan untuk mampir pada akhirnya. Hal ini saya ketahui dari para pembeli langsung yang menyampaikan masukan.

Kemudian, Gerai KEDUA yang gagal, terletak di dekat pemukiman warga yang juga dekat dengan kos-kosan mahasiswa. Dari sisi lokasi sih sebetulnya sangat baik. Tapi, kala itu saya tidak melakukan “riset” terlebih dahulu terkait mengenai daya beli dan persaingan dengan tempat makan lain di sekitar lokasi usaha kuliner saya.

Kala itu, saya menjual makanan tradisional dengan harga yang agak kurang bisa bersaing dengan gerai makanan lain yang menjual paket makan kenyang denga harga yang lebih murah. Hal ini menyebabkan rata-rata penjualan harian tidak sesuai dengan target. Dan, akhirnya, tutup.

Kedua gerai yang gagal ini mungkin saja bisa menghasilkan penjualan yang baik kalau mau bersabar untuk menunggu. Tapi, seperti kata orang, time is money. Semakin lama gerai buka dengan penjualan minim, tentu memberatkan ongkos operasional dan terutama sewa tempat.

Bisnis adalah aktivitas mengelola dan meminimalkan resiko. Oleh karenanya, tidak bijak jika terus membiarkan bisnis berjalan dengan berdarah terus-menerus. Memang keputusan berat harus menutup gerai. Tapi, jika memang itu yang terbaik, mengapa tidak.

Di sisi lain, ketiga gerai makanan saya yang lain bisa menghasilkan penjualan yang bagus. Jika dibandingkan dengan kedua gerai yang gagal, ketiga gerai yang berhasil ini memiliki perbedaan karakteristik tempat yang menjadi kunci keberhasilannya.

Berikut ini adalah beberapa karakteristik lokasi yang strategis untuk usaha kuliner yang saya rangkum dari ketiga tempat usaha yang sampai saat ini masih memiliki rata-rata penjualan yang baik.

1. Lokasi Dekat Dengan Perkantoran, Sekolah, dan Pusat Perbelanjaan

Gerai Pertama saya memiliki lokasi di pusat perkotaan, yang walaupun bukan terletak di jalan utama, tapi dekat dengan lokasi perkantoran, beberapa sekolah, dan dekat supermarket.

Dalam buku karangan Jaya Setiabudhi berjudul, Buka Langsung Laris, beliau menyebut calon pembeli potensial itu sebagai semut, dan pusat-pusat aktivitas yang membuat semut berkumpul dan beraktivitas sebagai “gula”.

Oya, buku tersebut bisa Anda peroleh di toko Yukbisnis – Buka Langsung Laris ya.

Nah, perkantoran, sekolah, dan supermarket inilah gula-gula yang menarik para semut setiap hari meninggalkan rumahnya (sarang semut) untuk beraktivitas sepanjang hari.

Selama melakukan aktivitas ini, para semut ini pasti membutuhkan makan dan minum. Nah, faktor inilah yang harus dijadikan pertimbangan bagi Anda yang hendak membuka gerai makanan.

Pastikan gerai Anda berada di dekat gula-gula yang mampu menarik banyak semut. Akan lebih baik lagi jika gerai Anda tersebut berada di jalur utama yang dilewati lalu-lalang oleh semut-semut tadi.

Rekomendasi artikel :   Who Moved My Cheese?

2. Lokasi Pinggir Jalan Yang Dominan Dilalui Kendaraan

Gerai Kedua saya terletak di pinggir jalan. Walaupun saya menyewa pelataran sebuah bengkel dan hanya beraktivitas di sore sampai malam hari saja, tapi rupanya gerai kedua ini masih bisa menghasilkan penjualan yang lumayan.

Kunci lokasi gerai kedua ini adalah lokasinya berada di pinggir jalan yang relatif ramai dilalui orang-orang (semut-semut) ketika pulang ke rumahnya (sarang semut) di sore sampai malam hari.

Lokasi ini dominan dikelilingi perumahan, beberapa kantor kecil, bengkel-bengkel, dekat dengan lapangan olahraga. Jadi, ketika sore hari, jalan di depan gerai ini cukup ramai dilalui kendaraan orang-orang yang hendak pulang ke rumahnya setelah seharian beraktivitas.

3. Lokasi di Pusat Tempat Wisata

Gerai ketiga yang penjualannya juga bagus terletak di food court salah satu pusat wisata yang cukup terkenal. Pusat wisata ini dominan dikunjungi wisatawan lokal maupun luar kota setiap weekend sepanjang tahun. Puncak kunjungan biasanya terjadi di hari-hari long weekend, hari raya, dan momen-momen liburan seperti tahun baru dan lain-lain.

Hari-hari biasa pun tempat wisata ini cukup ramai dikunjungi wisatawan lokal, walaupun tidak seramai akhir pekan. Pusat wisata adalah gula yang sangat menarik dan mampu mendatangkan banyak sekali semut ke lokasi ini.

Demikian karakteristik 3 gerai tempat usaha kuliner yang strategis dan laris mendatangkan penjualan.

Rencana saya sendiri, ada 2 lokasi usaha kuliner yang jadi incaran saya ke depannya. Untuk itu saya tuliskan saja sebagai kelanjutan dari 3 jenis lokasi kuliner strategis tadi ya.

4. Lokasi Dekat Kampus Universitas Terkenal

Kampus merupakan pusat aktivitas ribuan mahasiswa yang seringkali beraktivitas dari pagi sampai malam hari. Di sela-sela aktivitasnya tentu mereka perlu untuk makan dan minum. Oleh sebab itu, lokasi ini sangat penting untuk Anda pertimbangkan jika Anda hendak membuka usaha kuliner.

Perlu diketahui, karakteristik mahasiswa berbeda dengan orang-orang kantoran. Mahasiswa masih bergantung secara keuangan kepada orang tua mereka. Oleh karena itu, jenis makanan yang dijual pun harus menjadi pertimbangan dari sisi harga dan porsi.

Anak kuliahan seringkali tertarik dengan makanan dengan harga terjangkau dengan porsi yang mengenyangkan. Apalagi jika diberi minuman gratis, tentu akan lebih menarik.

5. Lokasi di Dalam/Dekat Mall atau Pasar Besar

Saya kenal beberapa pengusaha kuliner yang memang hanya memiliki gerai makanan di food court mall-mall terkenal di suatu kota. Mall merupakan gula yang mampu menarik banyak semut untuk datang dan menghabiskan waktu sepanjang hari di situ.

Mall-mall terkenal ataupun pasar besar di kota Anda bisa memiliki jumlah pengunjung tinggi setiap hari dan layak Anda jadikan pertimbangan jika Anda sedang mencari tempat usaha kuliner yang ramai pengunjung.

DEMIKIAN, beberapa lokasi strategis yang layak Anda pertimbangkan untuk dijadikan tempat usaha kuliner yang laris dan banyak pengunjung.

Setiap lokasi memiliki karakteristik masing-masing yang harus Anda pelajari dan sesuaikan dengan jenis kuliner yang hendak Anda jual. Tinggal bagaimana Anda memilih dan memilah lokasi yang cocok menurut Anda untuk jenis makanan yang Anda jual dan sesuai budget dana yang Anda siapkan untuk menyewa lokasi tersebut.

Selamat berbisnis kuliner!

download ebook videobook gratis

3 comments on “3 Rahasia Bisnis Kuliner Yang Laris : Lokasi, Lokasi, dan Lokasi
  1. Pingback: Menciptakan Ulang Kesuksesan Bisnis Dengan Metode Re-Profiling - Celoteh Bisnis

  2. sangat bermanfaat. Untuk para pemula yang ingin memulai suatu usaha makanan, rekomendasi artikel ini sangat cocok. Artikel ini juga sangat mudah dipahami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *