Lakukan Pelatihan Berkala Bagi Karyawan Jika Ingin Bisnis Anda Maju

pelatihan bagi karyawan

Lakukan Pelatihan Berkala Bagi Karyawan Jika Ingin Bisnis Anda Maju

Mungkin Anda pernah mendengar istilah lifehacks untuk meningkatkan produktivitas dengan berbagai teknik termasuk mengoptimalkan penggunaan gadget.

Namun, riset terbaru yang dilakukan oleh Grace McCarthy dan Julia Milner, menyarankan agar para manager melupakan lifehacks dan mulai memprioritaskan diri menjadi “coach” atau pelatih dan melakukan pelatihan (coaching) bagi para karyawan agar bisa meningkatkan produktivitas kerja perusahaan.

Menjadi coach atau pelatih, bisa berarti banyak hal, dari mulai mendengarkan keluh kesah karyawan Anda, membantu mereka menetapkan target personal, membantu karyawan memahami target perusahaan.

Jika karyawan sudah memahami target perusahaan, mereka akan memiliki inisatif dalam mengambil keputusan-keputusan harian tanpa perlu tergantung pada perintah Anda atau manager di bisnis Anda.

Ketika karyawan merasa didengar keluh kesahnya, mereka akan merasa lebih dihargai dan dikuatkan. Mereka akan memiliki rasa memiliki yang lebih dan komitmen yang tinggi untuk bertindak sesuai apa yang perusahaan butuhkan.

“Ketika Anda melatih seseorang ketimbang memerintah mereka, dapat dipastikan Anda akan memenangkan hati dan pikiran mereka. Sehingga, kesetiaan, kepercayaan, dan rasa percaya diri akan tumbuh dalam diri mereka.”

Demikian ungkap seorang manager dalam studi riset yang dilakukan oleh Grace McCarthy dan Julia Milner.

Riset tersebut menunjukkan bahwa coaching yang dilakukan oleh para manager mengarah kepada peningkatan produktivitas, hubungan yang lebih intim, serta layanan pelanggan yang lebih baik.

Pelatihan juga mampu mengubah orang-orang yang kurang memiliki pencapaian tinggi menjadi seorang bintang dengan pencapaian yang gemilang. Sebagai contoh, seorang karyawan yang memiliki rasa percaya diri rendah, dengan pelatihan yang tepat ternyata bisa berubah menjadi lebih percaya diri, meraih promosi, dan menjadi seorang manager handal.

Pelatihan mampu membantu para karyawan mengidentifikasi solusi dari permasalahan yang ada dengan cara menyediakan bimbingan dan mendatangkan pakar khusus jika diperlukan.

Bagaimana Melakukan Pelatihan Secara Praktis

Sejatinya, pelatihan adalah percakapan antara dua atau lebih orang untuk mencari jalan maju bersama. Para peserta coaching merefleksikan situasi mereka saat ini, menyepakati tujuan, serta mengidentifikasi opsi-opsi dan aksi menuju tujuan yang disepakati tadi.

Pada praktiknya, ada 4 hal yang mesti dilakukan para manajer selama pelatihan :

  1. Secara tulus mau mendengarkan para karyawan, menyempatkan waktu untuk berpikir dan menemukan ide yang orisinil.
  2. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang membantu para karyawan mengembangkan cara berpikir kritis terhadap suatu masalah. Jika karyawan menemukan suatu masalah, manager bisa menanyakan solusi apa yang terpikirkan oleh karyawan yang bersangkutan.
  3. Bekerja bersama dengan para karyawan menetapkan target tujuan. Ciptakan dialog yang sehat agar tugas-tugas yang ada bukan hanya sekadar pencapaian yang alakadarnya.
  4. Berikan masukan yang konstruktif (membangun) untuk membantu karyawan menyelaraskan dirinya dengan target perusahaan dengan cara profesional.

Mayoritas para manajer yang mengikuti riset tersebut mengatakan bahwa mereka mengadakan coaching setidaknya 1 minggu sekali.

Beberapa organisasi memiliki sesi pelatihan per kwartal untuk membentuk karyawan sesuai harapan, dengan peninjauan hasil (kemajuan) yang dilakukan per bulan. Bagi karyawan baru atau karyawan dengan posisi, mereka menerapkan pelatihan secara mingguan.

Rekomendasi artikel :   24 Pelajaran Bisnis Berharga Dari Jack Welch, Salah Satu CEO Terbaik Dunia, Ini Bisa Membuat Bisnis Anda Semakin Maju (Bagian Pertama)

Pelatihan informal dilakukan jika ada kesempatan, misalnya jika ada kejadian tak biasa yang diamati oleh manager dan harus diselesaikan dengan pendekatan yang berbeda dari seharusnya. Dalam hal ini, para karyawan bisa diberi keleluasaan penuh untuk memilih solusi alternatif yang cocok untuk diterapkan.

Tentu saja, menerapkan pelatihan oleh para manajer, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kebanyakan coaching tidak menyebutkan munculnya keruwetan dikarenakan faktor si manajer sebagai sang pelatih.

Sebagai contoh, apa yang sebaiknya seorang manajer lakukan jika ada karyawan yang dengan percaya diri mengatakan kepada si manajer tentang hal-hal yang seharusnya tidak dikatakan kepada manajer. Jalan terbaik adalah dengan secara jujur dan terbuka menetapkan hal-hal apa yang seharusnya tetap menjadi rahasia.

Para manajer juga kerap kali sulit untuk menyempatkan waktu untuk melakukan pelatihan, padahal jika dilakukan dengan benar, mereka justru akan banyak memiliki waktu luang karena para karyawan tidak perlu sering-sering meminta nasihat terkait pekerjaan. Hal ini tentu memberikan waktu luang bagi para manajer untuk berpikir hal yang lebih bersifat strategis.

Para karyawan baru ataupun karyawan dengan posisi baru harus menjadi prioritas dalam coaching ketimbang para karyawan yang sudah merasa nyaman dengan posisi mereka. Waktu untuk melakukan pelatihan pun dilakukan sesuai dengan pemilihan para manajer disesuaikan dengan kondisi perusahaan, misalnya pelatihan tidak dilakukan kala krisis menerpa perusahaan.

Hasil riset juga menunjukkan bahwa konsultan dari luar tidak terlalu diperlukan dalam pelatihan. Para manajer saja sudah cukup untuk melakukan pelatihan bagi para karyawannya.

Hasil studi kepada para manajer yang melakukan coaching kepada karyawannya menunjukkan hasil yang fantastik bagi karyawan, perusahaan, dan para manajer sendiri.

  • Para karyawan yang percaya bahwa manajernya dan perusahaan peduli kepada diri mereka dengan menginvestasikan waktunya untuk melakukan pelatihan, secara alami akan memiliki mindset yang positif dan cenderung lebih bahagia. Mereka menjadi pemain tim yang baik, terjadi peningkatan keterampilan yang mengarah pada potensi promosi yang besar.
  • Pelatihan yang baik berujung pada perlakuan yang baik bagi para pelanggan Anda. Jika Anda memperlakukan karyawan dengan baik, mereka pun akan memperlakukan konsumen dengan baik pula.

Jika para manajer yang memiliki rencana melakukan pelatihan bingung hendak mulai dari mana, maka langkah pertama adalah mendengarkan para karyawan. Anda akan terkejut mengetahui bahwa karyawan Anda tahu banyak tentang banyak hal dan betapa mereka akan merasa sangat dihargai ketika ditanya.

Akhir kata, hadiah terbesar bagi seorang pemimpin adalah melihat anak buahnya bertumbuh dan berkembang. Pelatihan adalah langkah praktis untuk mencapai hal tersebut.

download ebook videobook gratis

2 comments on “Lakukan Pelatihan Berkala Bagi Karyawan Jika Ingin Bisnis Anda Maju
  1. Pingback: 4 Tingkatan Pengukuran Efektivitas Pelatihan Karyawan - Celoteh Bisnis

  2. Pingback: 5 Dimensi Penting Dalam Mengukur Tingkat Keterlibatan Karyawan Di Bisnis Anda - Celoteh Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *