Kekuatan Konsumen Era Sosial Media

konsumenKekuatan Konsumen Era Sosial Media

Saat ini, kekuatan yang mempengaruhi pola pembelian telah bergeser menjauh dari perusahaan dan mendekat kepada konsumen. Telah terjadi peningkatan kekuatan konsumen era sosial media yang bisa menguatkan ataupun melemahkan sebuah brand bisnis. Lalu, langkah apa yang harus ditempuh untuk menyikapi dan mengambil keuntungan dari sini?

Langkah terbaik untuk merespon hal ini, jika Anda adalah pengelola bisnis, adalah dengan mengalokasikan sebagian besar energi, perhatian, dan budget yang Anda miliki untuk membangun produk atau layanan yang hebat sembari mengalokasikan sebagian kecilnya untuk pemasaran.

Mengapa demikian?

Di periode lampau, ketika akses internet belum bisa diakses semudah saat ini, atau di periode ketika internet belum ada, perusahan-perusahaan besar dengan kekuatan dana dan tim marketing yang kuat seringkali membombardir masyarakat dengan iklan-iklan yang membuat masyarakat terdikte.

Kekuatan brand perusahaan besar ini dibangun dengan propaganda marketing yang masif dan bertubi-tubi sehingga membuat konsumen seolah tidak memiliki kendali untuk memilih produk atau layanan lain sejenis yang tidak diiklankan.

download-database-supplier-di-sini

Media marketing yang sering dipergunakan di jaman ketika akses internet masih minim adalah media cetak dan media televisi. Di masa ini, konsumen dicekoki berbagai tayangan iklan yang mendominasi pilihan sadar mereka terhadap sebuah produk atau jasa layanan untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Saat ini, dengan semakin mudahnya akses internet, kekuatan sebuah brand produk atau jasa layanan tidak lagi dipengaruhi oleh gencarnya iklan satu arah dari pihak perusahaan ke pihak konsumen saja, tapi sangat dipengaruhi oleh perilaku konsumtif para trendsetter di media online dan ulasan-ulasan para konsumen terhadap brand produk atau jasa yang ada.

Ada dua hal yang perlu dicermati di era sosial media sekarang ini.

Pertama, perilaku konsumtif yang seringkali ditiru oleh konsumen-konsumen yang aktif di sosial media. Perilaku ini seringkali dipicu oleh para trendsetter atau pemicu tren, yang memiliki pengagum yang banyak di sosial media.

Para trendsetter ini mampu mengangkat pamor brand-brand kecil yang semula tidak terkenal sehingga tiba-tiba menjadi brand yang diminati banyak orang.

Kedua, ulasan konsumen di sosial media. Sudah bukan hal aneh lagi bahwa getok tular atau ulasan yang positif terhadap sebuah produk atau jasa bisa menjadi daya pengungkit penjualan yang dahsyat.

Sebuah produk yang bisa memberikan pengalaman yang WOW bagi konsumennya, acapakali memicu ulasan positif yang disebarkan ke sanak saudara, teman-teman, dan kerabat konsumen tadi yang memicu adanya getok tular yang positif terhadap sebuah brand produk atau jasa.

Di dunia sosial media, getok tular ini sering disebut dengan istilah viralitas. Pengalaman yang positif terhadap sebuah brand, akan memicu viralitas luar biasa jika difasilitasi melalui jalur sosial media.

Namun, sebaliknya, jika konsumen mendapat pengalaman yang buruk terhadap produk atau layanan yang dibelinya, siap-siap saja perusahaan mendapatkan penilaian yang buruk seketika. Penilaian buruk ini juga bisa menjadi viral dan memicu penurunan penjualan secara langsung.

Kedua hal tadi, acapkali diabaikan oleh para pemilik bisnis. Mereka kerap berfokus pada upaya marketing tanpa melihat seperti apa kualitas produk atau layanan yang mereka sediakan dan seperti apa kesan yang ditangkap konsumen atas kualitas produk atau layanan tadi.

Dengan mengabaikan kekuatan konsumen di era sosial media sekarang ini, para pemilik bisnis ikut mengabaikan kekuatan besar yang bisa menentukan kelangsungan hidup perusahaannya.

Ingat, saat ini, kekuatan pengaruh ada di tangan konsumen. Sangat sulit bagi perusahaan mempengaruhi konsumen melalui upaya marketing yang masif jika tidak didukung dengan kualitas produk yang bisa membuat puas dan memanjakan konsumennya.

Rekomendasi artikel :   Empat Jenis Aset Penting Bagi Pengusaha

Lalu, langkah apa yang mesti ditempuh para pebisnis saat ini? Berikut ada beberapa tips untuk mampu menggunakan kekuatan konsumen tadi dan menjadikannya keuntungan bagi perkembangan perusahaan Anda.

1. Fokuskan Energi, Waktu, dan Dana Anda Untuk Membuat Produk Yang WOW!

Produk yang WOW, bisa membuat kesan yang mendalam di benak konsumen Anda. Jika konsumen Anda sudah terkesan, ia akan merekomendasikan produk dan bisnis Anda ke orang-orang terdekatnya. Rekomendasi ini sangat efektif mendongkrak kepercayaan pembeli terhadap brand usaha Anda.

Jika salah satu orang yang terkesan dengan kualitas produk atau layanan Anda yang WOW ini adalah seorang trendsetter yang memiliki basis pengikut di media sosial yang banyak, maka dengan cepat produk atau layanan yang bisnis Anda tawarkan bisa laris seketika.

Oleh sebab itu, kerahkan segenap daya upaya untuk menciptakan produk yang WOW!

Jika Anda masih kurang jelas bagaimana sebuah produk yang WOW! bisa dengan mudah dijual, simak artikel saya berjudul Produk Yang Hebat Mampu Memasarkan Dirinya Sendiri ini.

2. Gunakan Pelanggan Anda Sebagai Tim Marketing Anda

Wah, jangan bercanda! Pelanggan kok disuruh jadi tim marketing?!

Bingung?

Begini, di poin pertama tadi sudah dijelaskan bagaimana kekuatan rekomendasi pelanggan bisa menjadi viral dan membuat bisnis Anda dikenal secara positif di kalangan masyarakat. Oleh sebab itulah, jadikan hal ini sebagai daya ungkit yang bisa Anda manfaatkan semaksimal mungkin.

Caranya sederhana, ajak pelanggan Anda untuk mempromosikan produk atau layanan yang disediakan bisnis Anda dengan memberikan apresiasi yang menurut Anda layak diberikan.

Sebagai contoh, Anda bisa memberikan voucher diskon yang bisa digunakan oleh pelanggan Anda jika mereka mau membantu membagi iklan produk bisnis Anda di sosial media.

Kuncinya adalah bagaimana Anda bisa secara masif membuat pelanggan-pelanggan Anda mau ikut memasarkan produk atau layanan yang Anda jual.

3. Bertanyalah Kepada Konsumen Anda Apa Yang Mereka Inginkan

Komunikasi adalah kunci. Jika Anda ingin menjadi penjual yang hebat, Anda harus bisa menanyakan pertanyaan yang tepat kepada pelanggan Anda. Mengenai hal ini, Anda bisa pelajari lebih lanjut di artikel berjudul Malu Bertanya, Susah Penjualan.

Demikian juga jika Anda ingin membuat atau memperbaikin produk Anda saat ini agar menjadi produk yang WOW!, Anda bisa mendapatkan banyak masukan, kritik, dan saran dari pelanggan Anda.

Terkadang, kita terlambat menyadari perubahan-perubahan apa yang terjadi di luar bisnis kita, sehingga bisa membuat produk atau layanan yang sudah kita buat dan jual menjadi tidak relevan lagi bagi kebutuhan pelanggan-pelanggan kita.

Oleh karena itu, dengan meminta masukan dari pelanggan, Anda senantiasa bisa memperbaiki produk dan layanan yang Anda jual.

DEMIKIAN, ulasan singkat bagaimana pengaruh kekuatan sebuah bisnis mulai bergeser dari pihak perusahaan menjadi di tangan konsumen. Jadi, mulai saat ini, perlakukan konsumen Anda sebaik-baiknya dan berikan kepada mereka hanya produk yang WOW! saja.

download ebook videobook gratis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *