3 Kunci Praktis Membangun Brand Yang Berkarakter Kuat

membangun karakter brand

3 Kunci Praktis Membangun Brand Yang Berkarakter Kuat

Brand adalah bagian ketiga dari rangkaian Positioning-Differentiation-Branding. Brand atau merek adalah sesuatu yang vital karena menggambarkan identitas dari produk yang Anda tawarkan. Brand atau merek jugalah yang membedakan produk Anda dari produk-produk komoditas (produk umum di pasaran).

Penting untuk Anda ketahui, brand bukan sekadar nama, logo, atau simbol. Merek atau brand berfungsi sebagai “payung” yang merepresentasikan produk atau jasa yang Anda jual kepada pelanggan.

Merek juga merefleksikan value (nilai) yang diberikan kepada pelanggan. Oleh sebab itu, merek seringkali dianggap sebagai value indicator atau indikator nilai.

Untuk membangun merek yang dikenal oleh konsumen, tidak dapat dilakukan dalam semalam. Perlu upaya yang konsisten dan berkelanjutan untuk membangun merek.

Merek pun harus memiliki nilai yang unik dan berbeda dari pesaing, tidak hanya sebatas representasi produk, tapi juga untuk menciptakan value (nilai) bagi pelanggan.

Kekuatan Brand Equity

Brand equity dapat didefinisikan sebagai nilai tambah yang melekat pada produk dan jasa. Brand equity yang kuat dapat memberikan value tinggi, baik kepada pelanggan ataupun pada perusahaan.

download-database-supplier-di-sini

Dari sisi perusahaan, brand equity yang kuat dapat meningkatkan daya tawar perusahaan kepada supplier dan juga distributor.

Semakin sebuah merek terkenal dan semakin dicari, perusahaan dapat berperan sebagai price maker untuk menentukan posisinya di pasar, bukannya price taker yang cenderung mengikuti perkembangan pasar begitu saja.

Di sisi lain, sebuah merek dapat mempermudah tim marketing bisnis Anda untuk melakukan pendekatan terhadap pelanggan.

Merek yang kuat dapat meningkatkan keefektifan program komunikasi pemasaran karena memang sudah dikenal pelanggan. Merek yang kuat juga dapat memengaruhi pengambilan keputusan pelanggan terhadap suatu produk.

Upaya Membangun Brand atau Merek Di Saat Sulit : Think BIG – Start SMALL – Scale FAST

Di masa penuh tantangan seperti saat ini, sangat sering didapati sebuah bisnis yang tidak memprioritaskan atau menunda upaya memperkuat merek. Namun, Anda sebaiknya melakukan hal yang sebaliknya, yakni terus-menerus dengan konsisten membangun merek Anda.

Anggap saja hal ini sebagai upaya investasi jangka panjang. Hasilnya mungkin belum dapat dituai dengan segera. Namun, saat keadaan membaik, tim marketing Anda dapat melakukan pendekatan lebih mudah karena mereka sudah terkesan dengan merek Anda terlebih dahulu.

Di masa penuh tantangan seperti ini, Anda tentu menghadapi berbagai keterbatasan. Di satu sisi, Anda dituntut untuk unggul di tengah persaingan yang semakin ketat, di sisi lain Anda pun harus mengupayakan penggunaan sumber daya yang Anda miliki seefisien mungkin. Belum lagi bagaimana brand-brand besar menghimpit brand Anda.

Lebih lanjut mengenai bagaimana brand  bisnis Anda bisa survive dari himpitan brand-brand besar, dapat Anda baca strateginya di artikel 7 Tips Praktis Agar Bisnis Kecil UKM Bisa Memenangkan Persaingan Bisnis di Tengah Himpitan Brand-Brand Besar di Era Digital ini.

Selanjutnya… Lalu bagaimana caranya membangun brand di tengah situasi sulit semacam ini?

Dalam buku Marketing in Challenging Times, Hermawan Kartajaya menawarkan pemikiran yang sangat bagus dari Mohan Shawney. Pemikiran ini terangkum dalam tiga kata kunci yakni : Think Big – Start Small – Scale Fast.

Think Big

Dalam memulai segala sesuatu, Anda sebaiknya memulainya dengan pemikiran dan perencanaan yang matang sebelum bertindak. Anda perlu mengamati dan memahami situasi lingkungan secara luas terlebih dahulu, kemudian baru fokus pada peluang dengan potensi keuntungan terbesar.

Think Big berarti memiliki tujuan besar untuk diraih dan kemudian merencanakan bagaimana mengintegrasikan antara sumber daya, jaringan, dan upaya yang telah dilakukans sebelumnya. Intinya, sebelum memulai suatu inisiatif, milikilah pandangan yang luas terlebih dahulu.

Jangan menutup kemungkinan bahwa segala sesuatu harus dimulai dari internal perusahaan. Anda juga bisa berkolaborasi dengan pihak eksternal dalam mengembangkan merek. Salah satu implementasinya adalah dengan konsep co-branding.

Start Small

Di masa penuh tantangan seperti saat ini, setiap kegagalan yang Anda lakukan tentu berbuah pada “biaya” yang besar. Tak hanya dilihat dari sisi uang saja, tapi juga dari peluang yang hilang dan terbuang sia-sia. Padahal nilai peluang sangatlah mahal di masa seperti ini. Sekali terlewat, sulit untuk mendapatkan momentum yang serupa.

Dengan pemahaman demikian, Anda dapat memulai suatu inisiatif dengan langkah kecil terlebih dahulu agar cakupannya lebih terkontrol dan resiko kegagalannya dapat ditangani dengan baik.

Rekomendasi artikel :   Sadari Perubahan Sedari Dini Jika Anda Tidak Mau Kandas Tergilas

Selain memulai dengan langkah kecil, mulailah dengan inisiatif yang menurut Anda memiliki probabilitas keberhasilan paling tinggi.

Seiring berjalannya waktu, Anda bisa melakukan berbagai penyesuaian dari langkah inisiatif yang Anda lakukan. Selain itu, inisiatif yang Anda ambil ini sebaiknya senantiasa Anda evaluasi terus sehingga bisa menjadi bahan pembelajaran berharga untuk berbagai perbaikan yang mungkin dilakukan di masa mendatang.

Scale Fast

Bila Anda telah menemukan inisiatif yang berhasil, maka sudah saatnya Anda mulai beranjak ke tahap berikutnya yaitu memperbesar inisiatif tersebut.

Pada tahap ini, salah satu langkah yang harus Anda ambil adalah memperbesar “investasi”, bukan hanya uang tapi juga sumber daya lain yang Anda miliki seperti tim dengan melibatkan seluruh anggota dalam organisasi bisnis Anda.

Perbesar tim Anda dan libatkan seluruh anggota tim, bukan saja dalam kuantitas tapi juga dalam kualitas. Libatkan semua anggota tim dengan kualitas terbaik dalam upaya memperbesar inisiatif tersebut.

Dengan melibatkan seluruh tim dalam organisasi, diharapkan agar inisiatif dapat menular ke seluruh organisasi dan pada akhirnya dapat mempengaruhi persepsi para pemangku kepentigan (stakeholder) di luar organisasi.

Cara ini juga dapat dilakukan untuk memperkuat merek, yakni dimulai dengan Think Big dengan menetapkan tujuan akhir, kemudian Start Small dengan menyasar quick wins (keberhasilan yang cepat diraih) yang dapat diraih dalam waktu singkat, dan akhirnya melakukan Scale Fast dengan memperbesar upaya pada inisiatif yang berhasil.

Brand (Merek) dan Character (Karakter)

Di era yang penuh keterbukaan dan serba horizontal, peran brand memang penting. Namun, yang lebih penting lagi adalah “karakter”. Mengapa? Karena teknologi informasi telah menjadikan segala hal serba terbuka dan setiap brand tidak lagi dapat menutup kesalahannya atau “membohongi” pelanggan begitu saja.

Dalam dunia pemasaran, seringkali Anda menemukan banyak merek yang dikemas dengan bagus tapi kesannya menjadi tercoreng ketika apa yang dikomunikasikan tidak sesuai dengan kenyataan. Alih-alih memperkuat brand, hal seperti ini justru malah akan membuat citra merek menjadi negatif.

Pada saat ini, brand yang semula hanya diumpamakan sebagai “kemasan”, perlu ditunjang dengan “karakter” yang merupakan jati diri.

Brand dapat dimodifikasi sedemikan rupa, tapi harus tetap menampakkan karakter aslinya. Contohnya seperti Google yang senantiasa merubah-rubah bentuk logonya, tapi bagaimanapun bentuknya Google senantiasa dapat dikenali oleh penggunanya.

Oleh sebab itu, yang harus Anda upayakan bukanlah brand-building, tapi character-building. Tugas Anda adalah membangun dan menjaga karakter asli dari suatu merek dengan upaya yang berkelanjutan dan konsisten.

Dalam dunia pemasaran saat ini, terdapat kecenderungan para marketer membuat karakter brand yang lebih fleksibel dan cenderung lebih dekat kepada pelanggan, dengan mengadopsi pendekatan Human to Human.

Jika sebelumnya, brand dibuat kokoh sebagus mungkin seolah tak bercela, kini merek dibuat menjadi lebih humanis agar dapat diterima dengan baik oleh komunitas.

Dalam hal ini, karakter menjadi hal penting yang diperhatikan dalam dunia pemasaran.

Pelanggan lebih menerima merek yang memiliki karakter jelas dan apa adanya. Kejujuran lebih dihargai dibandingkan dengan sikap “jaim” di era kini.

Pelanggan masih dapat memaklumi kesalahan, asalkan marketer mau mengakui kesalahan apa adanya dibandingkan dengan menutup-nutupi dan malah membohongi pelanggan.

Demikian, paparan singkat mengenai bagaimana Anda dapat membangun brand dengan karakter yang kuat dan humanis dengan pendekatan Think Big, Start Small, dan Scale Fast yang layak Anda coba terapkan di bisnis Anda.

Selamat membangun brand dengan karakter yang disukai pelanggan ya.

download ebook videobook gratis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *