3 Jenis Strategi Bisnis Yang Layak Anda Pilih

business-strategyTujuan sebuah organisasi bisnis biasanya dituangkan dalam bentuk tujuan-tujuan jangka pendek, menengah, dan bahkan jangka panjang. Setiap tujuan, memerlukan langkah-langkah kongkrit untuk meraihnya. Tanpa kerja nyata, tujuan tadi hanyalah fatamorgana yang akan menjadi ilusi semata. Diperlukan sebuah strategi bisnis yang tepat untuk mengawali kerja nyata ini.

Dengan kerja nyata saja, belum tentu bisa dipastikan Anda sebagai seorang pemimpin bisa membawa organisasi bisnis yang Anda miliki mencapai tujuannya. Yang Anda perlukan selain kerja nyata adalah sebuah strategi yang tepat yang dapat menghantarkan Anda selangkah demi selangkah semakin mendekati tujuan-tujuan Anda.

Strategi bisa diartikan sebagai langkah menyeluruh dalam penyusunan pelaksanaan gagasan, ide, atau rencana seorang individu atau sebuah organisasi dalam jangka waktu tertentu terkait dengan tujuan dalam rentang jangka waktu tersebut.

Dalam sebuah organisasi bisnis, strategi ini dikenal dengan nama strategi bisnis. Dari sekian banyak strategi yang bisa Anda buat, ada 3 jenis strategi bisnis yang layak Anda pilih dan pertimbangkan sebagai seorang pemimpin atau pemilik bisnis.

Strategi Pertama, disebut sebagai Best Price Strategy atau Strategi Harga Termurah. Strategi ini berfokus pada penyediaan produk/jasa yang lebih murah dibandingkan dengan yang ditawarkan pesaing-pesaing Anda.

Contoh bisnis yang menerapkan Best Price Strategy antara lain :

  • Lion Air, merupakan sebuah bisnis penerbangan bertarif murah meskipun dibarengi dengan kualitas pelayanan yang lebih rendah dibandingkan dengan airline-airline lain sejenis.
  • Smartfren, merupakan bisnis layanan komunikasi smartphone berharga murah dengan fitur-fitur yang terbatas dibandingkan dengan layanan pesaing-pesaing di kelasnya.

Inti dari Best Price Strategy ini adalah menjadi yang paling murah di antara para pesaing. Margin keuntungan dibuat setipis mungkin dengan cara mengejar volume penjualan yang banyak.

Keunggulan strategi ini adalah Anda dengan mudah dapat memperoleh pelanggan, sedangkan kelemahannya adalah seringkali terjadi perang harga dan pelanggan yang Anda ciptakan menjadi tidak loyal dan mudah pindah ke layanan produk pesaing Anda.

Strategi Kedua, disebut Best Product Strategy atau Strategi Diferensiasi/Pembeda. Strategi ini berfokus pada penyediaan produk/jasa yang unik dan dipersepsikan memiliki diferensiasi atau pembeda dan keunggulan dibandingkan dengan yang ditawarkan pesaing.

Contoh bisnis yang menerapkan Best Product Strategy antara lain :

  • Apple dengan produk iPhone yang mereka tawarkan mampu menjadi produk premium yang selalu dicari orang karena nilai desainnya yang indah dan kecanggihan teknologinya yang orisinil. Meskipun dibarengi dengan harga yang relatif jauh lebih mahal dibandingkan dengan smartphone sekelasnya, tapi tidak menyurutkan banyak orang memiliki produk iPhone ini sebagai simbol bergengsi bagi pemiliknya.
  • Starbuck, hadir sebagai kedai kopi eksklusif bagi kalangan menengah ke atas. Walaupun harganya relatif jauh lebih mahal daripada kedai kopi biasa, tapi nuansa dan branding kopi premium yang diciptakan mampu menarik banyak kalangan atas untuk sekadar nongkrong, meeting, dan kumpul-kumpul di kedai ini.

Jika Anda hendak mengambil strategi kedua ini sebagai strategi bagi bisnis, Anda harus mampu membangun brand image yang kuat bagi produk/jasa yang Anda jual. Dengan demikian, Anda bisa menjualnya dengan harga yang relatif tinggi dibandingkan dengan harga yang pesaing Anda tawarkan.

Rekomendasi artikel :   Kekuatan Konsumen Era Sosial Media

Untuk memperoleh branding yang kuat, elemen inovasi dan kreativitas dalam produk/jasa yang ditawarkan adalah prasyarat yang harus dimiliki.

Keunggulan strategi jenis kedua ini adalah pelanggan yang dimiliki adalah tipe-tipe pelanggan loyal yang akan terus-menerus membeli setiap produk/jasa yang Anda tawarkan. Kelemahannya tentu ada di biaya yang tinggi untuk menghasilkan produk/jasa kualitas premium serta membuat brand image yang kuat lewat proses marketing yang tepat.

Strategi Ketiga, yakni Best Cost Strategy atau Strategi Biaya Terbaik. Strategi ini berfokus ada penawaran produk/jasa yang unik pada kisaran harga yang relatif rendah. Strategi ini ingin berfokus pada “value for money” yang lebih tinggi.

Value for money ini bisa diartikan sebagai nilai psikologis pembeli terhadap suatu produk/jasa dibandingkan dengan sejumlah uang yang dikeluarkannya. Jika nilai suatu produk/jasa yang dibeli “nilai psikologisnya” lebih tinggi dibandingkan dengan sejumlah uang yang dikeluarkan untuk membeli produk/jasa tersebut, maka dapat dikatakan produk/jasa ini memiliki “value for money” yang tinggi.

Contoh bisnis yang memiliki produk dengan menerapkan Best Cost Strategy antara lain :

  • Honda dengan produk mobil Mobilio yang menawarkan kenyamanan berkendara dan fitur yang lumayan bagus untuk harga yang relatif rendah dibandingkan dengan mobil BMW misalnya.
  • Xiaomi yang merilis produk-produk smartphone berkualitas dengan harga yang relatif sedang dibandingkan pesaing-pesaingnya.

Keunggulan strategi ini terletak pada value for money yang diciptakan pada setiap produk/jasa yang ditawarkan. Banyak pembeli yang membeli sesuatu selalu mempertimbangan apa-apa saja yang bisa didapatnya dengan sejumlah uang yang akan dikeluarkannya. Kelemahannya tentu terletak di tingkat kesulitan yang cukup tinggi untuk meracik sebuah produk/jasa yang memiliki value for money yang tinggi di mata konsumen.

Itulah 3 pilihan strategi ketika hendak menjual produk/jasa ke pasar. Ketiga strategi ini, baik Best Price Strategy, Best Product Strategy, maupun Best Cost Strategy, memiliki kelemahan dan kekuatannya masing-masing. Tinggal terserah kepada Anda, hendak Anda rajut ke mana langkah produk/jasa yang bisnis Anda tawarkan.

Langkah selanjutnya adalah melakukan eksekusi terhadap strategi yang Anda pilih. Eksekusi merupakan sebuah disiplin dan bagian integral (tak terpisahkan) dari strategi.

Namun, untuk melakukan langkah eksekusi yang tepat, diperlukan kemampuan dari seorang pemimpin bisnis dalam menilai kapasitas organisasi yang dipimpinnya. Sebuah strategi akan sia-sia belaka jika disusun tanpa mempertimbangkan kemampuan organisasi untuk mengeksekusinya.

Peran pemimpin bisnis (CEO) sangat krusial dalam implementasi kebijakan strategis tadi. Pemimpin bisnis akan terlibat secara personal dalam detil setiap eksekusi proses dalam kerangka strategi tadi.

Dan pada akhirnya, realisasikan strategi tersebut menjadi langkah-langkah kerja nyata yang sesuai dengan kemampuan tim bisnis yang Anda miliki. Karena tanpa langkah kongkrit, semuanya hanya celotehan semata.

Selamat berkarya! ^^

download ebook videobook gratis

3 comments on “3 Jenis Strategi Bisnis Yang Layak Anda Pilih
  1. Pingback: Kenali 4 Tipe Kompetisi Bisnis Ini Agar Bisnis Anda Mampu Bertahan dan Memiliki Daya Saing Tinggi - Celoteh Bisnis

  2. Pingback: 4 Strategi Bisnis Ritel Terbaik Berdasarkan Matriks Kahn Mengenai Peritel Sukses - Celoteh Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *