3 Elemen Market Yang Penting Bagi Strategi Pemasaran Bisnis Anda Dalam Era Disrupsi

youth women netizen strategi pemasaran

3 Elemen Market Yang Penting Bagi Strategi Pemasaran Bisnis Anda Dalam Era Disrupsi

Di era disrupsi ini, segala hal berubah dengan life span (rentang waktu keberadaan) yang cenderung singkat sebagai konsekuensi perkembangan teknologi dan penetrasi internet yang semakin tinggi. Hal ini tentu sangat membingungkan bisnis atau perusahaan dalam mencari strategi pemasaran atau strategi marketing yang cocok diterapkan dalam waktu yang cenderung singkat tersebut.

Nah, di artikel kali ini, akan dibahas 3 elemen market yang layak Anda jadikan sasaran pengamatan yang akan sangat berguna ketika Anda menyusun strategi pemasaran bisnis ataupun brand Anda di era disrupsi ini.

Apa sajakah ke-3 elemen market tersebut?

Dalam buku berjudul Marketing In Challenging Times, Hermawan Kartajaya menulis dengan apik bagaimana seorang marketer atau pemilik bisnis harus menyikapi masa-masa penuh tantangan yang diwarnai dengan adanya resesi ekonomi dunia dan disrupsi teknologi yang amat mewarnai kondisi perekonomian global dan lokal Indonesia.

Di buku tersebut, Hermawan Kartajaya, menyebutkan setidaknya ada 3 elemen subkultur di market yang dinamis dan terus berkembang yang harus selalu Anda amati dan menjadikannya bagian dari strategi pemasaran dan bisnis Anda kini dan di masa mendatang.

Ketiga elemen subkultur market yang diyakini akan menentukan wajah dan masa depan bisnis dan strategi pemasaran di Indonesia adalah Youth, Women, dan Netizen.

download-database-supplier-di-sini

3 Elemen Subkultur Pasar (Market)

#1 Youth (Kaum Muda)

Tak dapat dipungkiri, peran kaum muda dalam kehidupan masyarakat Indonesia sangatlah dominan.

Sejarah mencatat berbagai peristiwa bersejarah yang memang dipelopori dan didominasi oleh kalangan kaum muda ini, misalnya Sumpah Pemuda 1928, Reformasi 1998, dan masih banyak peristiwa besar di negara ini yang sangat bernuansa anak muda yang mampu memberikan dampak besar dalam kehidupan bermasyarakat.

Kini, kaum muda pun masih memiliki peran yang sangat besar dalam mendorong tren dalam berbagai bidang, baik itu bisnis, politik, dunia hiburan, fashion, dan lain sebagainya.

Karakter kaum muda ini cukup unik, mereka cenderung naif dan idealis yang cenderung akan membela apa yang diyakininya benar.

Kaum muda memiliki desire (keinginan) tinggi untuk dianggap sebagai orang yang sukses dan mapan. Mereka memiliki ketakutan (anxieties) untuk dianggap gagal.

Oleh sebab itulah, kaum muda ini cenderung termasuk kalangan yang benar-benar akan memanfaatkan solusi apapun yang memungkinkan mereka mendapatkan produk terbaik yang lebih cepat dan mudah.

Ingat, perlu dicatat, produk yang lebih cepat dan mudah, bukan murah.

Mereka cenderung akan menggunakan suatu produk yang menyediakan persyaratan mudah dan memberikan benefit (keunggulan) yang tinggi untuk mampu mendekatkan mereka dengan tujuan akhirnya, yakni menjadi pribadi yang mapan secara cepat.

Kaum muda saat ini juga sangat menyukai dipandang sebagai orang yang populer, humoris, atau bijaksana. Mereka berusaha membangun personal branding mereka di media sosial populer dengan tema tak jauh-jauh dari ketiga hal ini.

Ketika berusaha mencari informasi dengan cepat, kaum muda cenderung memanfaatkan internet sebagai solusi. Untuk informasi detil, mereka akan memilih surat kabar. Sementara, untuk pencarian kreatif, kaum mudah lebih memilih majalah. Dan, untuk kemudahan akses, televisi masih menjadi favorit kemudahan dalan mencari informasi.

Hal lain yang penting untuk Anda sadari, kaum muda sangat mencintai hobi yang sangat menggambarkan karakter pribadi mereka. Entah itu hobi sosialisasi, aktualisasi diri, ataupun sekadar mencari kesenangan pribadi. Cara kaum muda mengekspresikan hobi merekapun tak lepas dari peran media sosial. Bahkan, studi menunjukkan bahwa sebagian dari mereka dengan sengaja mengalokasikan dana untuk hobi mereka ini.

Tren lain yang menarik, kaum muda saat ini sudah sangat paham arti kesehatan. Banyak dari kaum muda yang mulai menjalani gaya hidup sehat.

#2 Women (Kaum Perempuan)

Di Indonesia, survey menunjukkan bahwa kaum perempuan mengambil peran besar dalam pengelolaan keuangan rumah tangga. Mereka bertindak sebagai pengelola keuangan keluarga dan juga keuangan pasangannya.

Tak jarang, kaum wanitalah yang menjadi ujung tombak setiap keputusan pembelian dengan nilai investasi jangka panjang dalam keluarga, contohnya keputusan pembelian rumah, asuransi, tabungan investasi, dan sebagainya.

Kaum wanita memiliki karakteristik tidak mengambil keputusan sendiri, tapi lebih banyak meminta pertimbangan dari lingkungan sosial sekitarnya seperti keluarga atau teman-temannya sebelum mengambil keputusan.

Ketika menghadapi kondisi ekonomi yang sulit, kaum wanita cenderung mampu untuk lebih mengatur ritme keuangan diri dan keluarganya untuk dapat menyeimbangkan segala hal.

Desires atau keinginan kaum wanita ini antara lain memiliki penghasilan yang tinggi dan memiliki teman yang banyak. Mereka cenderung takut (anxieties) menjadi pribadi yang kesepian di tengah keramaian. Oleh karena itu, tidak heran bila perempuan di Indonesia sangat eksis di media sosial.

Perempuan Indonesia sangat kuatir dengan terjadinya keretakan dalam keluarga. Mereka begitu menikmati hubungan yang baik dengan suami dan anak-anak mereka.

Di lingkungan sosial pun, kaum perempuan sangat takut ditolak lingkungannya. Mereka sangat ingin diterima di lingkungan sosial di mana mereka berada.

Rekomendasi artikel :   3 Hal Yang Bisa Membunuh Bisnis Start-Up Yang Anda Rintis

Kaum perempuan sangat ingin menjalani kehidupan sesuai dengan keinginan pribadinya. Oleh karena itu, mereka sangat takut tidak bisa mencapi impian-impian mereka.

Inilah keunikan kaum perempuan, selain memikirkan diri sendiri, mereka pun akan cenderung mencari produk atau solusi yang memungkinkan diri mereka untuk bisa menjalani hidup yang terbaik dengan pasangannya, anak-anaknya, dan lingkuangan sosialnya.

Oleh sebab itu, Anda sebagai pemilik bisnis, ketika hendak mencoba mendekati kaum perempuan sebagai bagian dari strategi marketing atau strategi pemasaran Anda, pertimbangkan bahwa kaum perempuan bukan semata-mata mencari solusi untuk diri mereka saja, tapi solusi ini haruslah memberikan respon yang terbaik juga bagi keluarga dan lingkungan mereka.

Ada 3 aktivitas yang sering menjadi “obrolan” para perempuan Indonesia dengan temannya, yakni aktivitas pribadi, makanan yang mereka makan/masak, dan keluarga mereka. Di ketiga hal inilah pusat perbincangan kaum perempuan di media sosial.

#3 Netizen (Kaum Yang Aktif Di Dunia Maya)

Dari semua golongan masyarakat, netizen adalah golongan yang paling mengetahui berbagai informasi.

Netizen inilah yang menjadi penyebab utama tingkat kenaikan penggunaan akses internet di Indonesia. Sebelum mengambil keputusan, merekas sangat mengandalkan informasi dari Internet.

Netizen cenderung lebih terbuka terhadap hal-hal baru. Apa yang mereka peroleh dari internet, jika memang setelah mereka cek ulang ternyata dirasa logis dan sesuai dengan diri mereka, maka mereka tak segan untuk menerima hal-hal atau gagasan-gagasan baru tersebut.

Namun, netizen ini adalah golongan kaum yang sangat bergantung pada keberadaan akses internet. Jika akses internet yang mereka miliki mengalami kendala, mereka akan sangat uring-uringan.

Bagi mereka, internet adalah solusi untuk hampir segala permasalahan yang mereka miliki.

Itulah sebabnya, di dunia offline, para netizen inipun cenderung memilih solusi yang cepat, praktis, dan mudah digunakan. Mereka akan cenderung menggunakan berbagai mobile apps untuk menggali informasi dan mencari solusi serta mengambil keputusan.

Hal ini perlu dicermati oleh Anda para pemilik bisnis, bahwa aktivitas netizen yang demikian perlu Anda fasilitasi agar bisnis Anda tetap relevan bagi mereka.

Riset menunjukkan bahwa sebanyak 94,9% netizen menggunakan smartphone yang mereka miliki untuk mengakses internet dalam keseharian mereka.

Selain mencari informasi, smartphone juga digunakan sebagai sarana untuk mencatat dan pengingat pribadi, transaksi keuangan, dan bahkan sebagai dompet/uang digital. Mereka menyimpan segala sesuatu dalam genggaman mereka.

Netizen memiliki pengaruh besar dalam membuat opini publik mengenai suatu hal. Dampaknya bisa Anda rasakan bagaimana review dan comment netizen terhadap kualitas suatu produk atau jasa bisa sangat mempengaruhi penjualan produk/jasa tersebut.

Di artikel yang pernah saya tulis sebelumnya yang berjudul 7 Tips Praktis Agar Bisnis Kecil UKM Bisa Memenangkan Persaingan Bisnis di Tengah Himpitan Brand-Brand Besar di Era Digital, saya pernah membahas bagaimana kekuatan Search, Rating, dan Review bisa menjadi senjata ampuh dalam melawan brand-brand besar.

Kondisi yang terjadi secara menyeluruh di Indonesia ini, mempengaruhi secara langsung pada situasi kompetisi bisnis dan perilaku para pembeli. Jangan sampai hal ini dijadikan hambatan bagi Anda atau tim pemasaran Anda, justru hal ini harus Anda jadikan kesempatan yang baik untuk segera merebut pasar dari tangan kompetitor Anda dengan menjadikannya sebagai bagian dari strategi pemasaran bisnis Anda.

Bagaimana Menjadikannya Sebagai Bagian Dari Strategi Pemasaran Anda?

Nah, setelah Anda memahami karakteristik 3 elemen subkultur di market Indonesia, saatnya Anda menyusun strategi pemasaran yang dapat mengambil hati ketiga elemen tadi.

Beberapa poin penting yang layak Anda jadikan bagian dari strategi pemasaran atau marketing bisnis Anda berdasarkan karakteristik Youth – Woman – Netizen ini antara lain :

  • jadikan bisnis Anda mudah ditemukan di internet (media sosial, mesin pencarian google, dan lain sebagainya) agar bisa menjadi bagian dari solusi yang mudah, cepat, dan praktis bagi kaum muda dan netizen di Indonesia.
  • buatlah bisnis Anda menjadi relevan dengan target pasar Anda yang menginginkan pencapaian impian hidup, kesuksesan pribadi, dan kepopuleran di media sosial dalam keseharian kehidupan mereka.
  • jadilah bisnis yang memberikan solusi bukan hanya untuk pribadi pembeli Anda saja, tapi juga bisa memberikan dampak positif bagi keluarga dan lingkungan sosial si pembeli, khususnya bila target pasar bisnis Anda didominasi kaum perempuan.
  • buatlah bisnis Anda mudah disukai oleh para netizen agar komentar dan ulasan (comment dan share) yang mereka buat bisa memberikan opini publik yang baik yang mendongkrak penjualan produk/jasa yang bisnis Anda jual.
  • amati terus dan dekati terus ketiga elemen market ini, Youth – Women – Netizen, agar Anda terus bisa membangun tren dan strategi pemasaran yang berkelanjutan, yang diterima oleh ketiga elemen ini.

Semoga sukses!

download ebook videobook gratis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *